Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan para pelajar akan kembali masuk sekolah seperti biasa setelah libur Lebaran berakhir. Ia mengungkap dua alasan wacana sekolah daring dibatalkan.
"Pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter," beber Mu'ti kepada Medcom.id, Rabu, 25 Maret 2026.
Mu'ti mengatakan pihaknya akan menjelaskan perihal pembelajaran bagi pelajar ke depan. Hal ini akan dituangkan melalui Surat Edaran (SE) Mendikdasmen.
"Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan dalam Surat Edaran Menteri Dikdasmen," ujar Mu'ti.
Pemerintah membatalkan rencana sekolah daring. Sebelumnya, pemberlakukan sekolah daring diwacanakan mulai April 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan pembelajaran dapat dilaksanakan seperti biasa. Artinya, siswa dapat datang ke sekolah untuk proses pembelajaran.
Baca Juga :
Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring Mulai April, Menko PMK: Belajar Seperti Biasa
"Pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa," kata Pratikno dalam keterangan tertulis dikutip Rabu, 25 Maret 2026.
Salah satu alasan pembatalan pembelajaran daring adalah kekhawatiran adanya learning loss atau kehilangan pembelajaran bagi siswa saat berada di rumah. Pemerintah tidak ingin sektor pendidikan berjalan kurang optimal.
"Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa," beber Pratikno.
Pratikno mengakui ada opsi untuk menggelar pembelajaran hybrid, yakni kombinasi daring dan luring. Namun, hal tersebut dinilai tidak genting pada saat ini.
Sehingga, pembelajaran tetap dilaksanakan tatap muka dan berjalan seperti biasa. "Mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini," tutur dia.
Ia menyebut Presiden RI Prabowo Subianto juga menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas luar biasa. Sehingga, tak ada tawar menawar terhadap kualitas pendidikan.
"Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujar Pratikno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News