Ilustrasi/Medcom
Ilustrasi/Medcom

Kenaikan BBM 1 April 2026? Rektor PTN Akui Kuliah Online 100% Sulit Dilakukan

Ilham Pratama Putra • 31 Maret 2026 14:44
Ringkasnya gini..
  • Ramai beredar kabar harga BBM akan naik per 1 April 2026 imbas keterbatasan BBM akibat konflik Timur Tengah.
  • Ketua MRPTNI mengatakan akan sulit bagi PTN menjalankan kuliah online. Apalagi jika harus dilakukan secara menyeluruh.
  • PTN tetap akan mendukung upaya penghematan energi. Kampus pun didorong untuk melakukan sejumlah penghematan.
Jakarta: Isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi perbincangan masyarakat. Ramai beredar kabar harga bensin akan naik per 1 April 2026 imbas keterbatasan BBM akibat konflik Timur Tengah.
 
Strategi efisiensi pun mulai dipersiapkan. Termasuk di bidang pendidikan, utamanya perguruan tinggi
 
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTNI), Eduart Wolok pun disinggung terkait kesiapan kampus dalam menghadapi efisiensi energi. Salah satunya dengan penerapan kuliah daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Eduart mengaku, akan sulit bagi kampus dalam menjalankan kuliah online. Apalagi jika harus dilakukan secara menyeluruh. "Di perguruan tinggi itu kalau kita lakukan PJJ 100 persen sulit karena ada kuliah terkait praktikum," ujar dia saat ditemui di Kemendiktisaintek, Selasa 31 Maret 2026.
 
Meski begitu, kata dia, PTN tetap akan mendukung upaya penghematan energi. Kampus pun didorong untuk melakukan sejumlah penghematan.
 
"Prinsipnya kita tetap men-support gerakan hemat energi itu dan saat ini sementara disusun dan disesuaikan masing-masing kampus," jelasnya.
 
Eduart mengaku, saat ini antarrektor PTN sudah berkoordinasi terkait langkah efisiensi yang dilakukan. Namun, setiap kampus bisa melakukan langkah dan sikap yang berbeda dalam hal efisiensi.
 
"Sudah (koordinasi) tetapi kita belum melakukan keputusan final karena bisa saja antarperguruan tinggi akan berbeda penerapannya, tapi kebijakannya sama," tutupnya.
 
Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, sehingga proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan.
 
"Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," ujar Baron, dikonfirmasi Antara, dikutip Selasa, 31 Maret 2026.
 
Baron meminta kepada masyarakat untuk mencari informasi harga BBM yang valid pada saluran resmi Pertamina, yakni www.pertamina.com. Dalam kesempatan tersebut, Baron juga menyampaikan dukungannya terhadap imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak.
 
"Dengan demikian, informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Baron.
 
Pernyataan tersebut menanggapi perkiraan harga jual eceran BBM nonsubsidi untuk April 2026 yang beredar di media sosial.

Harga jual pertamax per 1 April 2026

Dalam informasi yang beredar, disebutkan harga jual BBM jenis Pertamax akan menjadi Rp17.850 per liter atau naik Rp5.550 per liter dari harga jual semula pada Maret 2026 yang senilai Rp12.300 per liter. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang melemah dari Rp16.819 per USD1 menjadi Rp16.877 per USD1.
 
Selain itu, dalam informasi yang beredar, kenaikan harga Pertamax (RON 92) juga dipengaruhi oleh lonjakan harga indeks pasar (HIP) BBM RON 92 sebesar 62,44 persen atau USD46,15 per barel, dari USD73,91 per barel menjadi USD120 per barel; atau naik 62,99 persen (sekitar Rp4.925 per liter) dari Rp7.818 per liter menjadi Rp12.744 per liter.
 
Kenaikan harga jual juga diperkirakan akan terjadi untuk produk bensin lainnya, seperti Pertamax Green 95 (dari Rp12.900 per liter, naik menjadi Rp19.150 per liter), Pertamax Turbo (dari Rp13.100 per liter naik menjadi Rp19.450 per liter).
 
Selanjutnya, untuk BBM jenis solar, yakni Pertamina Dex juga diperkirakan akan mengalami kenaikan dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.950 per liter; serta Dexlite naik dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.650 per liter.
 
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengupayakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, tidak naik di tengah krisis energi.
 
Baca juga:  Lolos SNBP 2026 Tapi Status Penerima KIP-Kuliah Masih 'Pending', Ini Penjelasannya!


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan