Bondage (perbudakan), discipline (disiplin), domination (dominasi), dan sadism (sadisme) yang digambarkan dalam novel tersebut berupa kegiatan seksual yang melibatkan unsur kekerasan, seperti mencambuk, menggunakan sex toys, dan mengikat tubuh.
BDSM disebut-sebut menjadi sebuah kelainan seksual. Dalam permainan BDSM, pelaku dibagi menjadi dua, yakni dominan dan submissive. Sesuai dengan namanya, dominan berperan sebagai pengendali dari semua aktivitas seksual, sedangkan submissive akan menerima apa saja yang dilakukan pihak dominan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Siapa pun berpotensi menjadi BDSM. Bila dilihat dari faktor pemicunya, pelaku BDSM dibagi menjadi 2, yakni lifestyle dan kink atau fetish.
Lifestyle BDSM merupakan orang yang telah menjadikan BDSM sebagai gaya hidup. Orang-orang ini melakukan BDSM karena merasa seks ini bisa memuaskan mereka.
Berbeda dengan kategori kink. Kategori ini, melakukan BDSM karena didasari rasa penasaran. Jika ternyata tidak memuaskan, mereka tidak akan pernah melakukannya lagi.
Hingga sekarang, jenis seks ini masih menjadi kontroversi. Namun, tidak sedikit orang yang tertarik untuk melakukannya. Bagi yang ingin mencobanya, pastikan Anda mengetahui aturan-aturannya, yakni:
1. Komunikasi
Walaupun pasangan menyetujui untuk melakukan seks ini, Anda tidak boleh egois. Komunikasi menjadi langkah tepat agar salah satu pihak tidak merasa tersakiti.
2. Jangan takut mengatakan tidak
Pada BDSM, ada peran yang disebut submissive, pihak yang akan menerima bagaimana pun perlakuan dari dominan. Meski demikian, Anda yang berperan sebagai submissive jangan pernah takut untuk berkata tidak jika permainan sudah mulai membuat Anda merasa tidak nyaman. (Berbagai sumber)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(PRI)
