Ilustrasi Pesantren. Foto: Medcom/Arga Sumantri
Ilustrasi Pesantren. Foto: Medcom/Arga Sumantri

Akhirnya! Perpres Ditjen Pesantren Ditandatangani, Ini Struktur dan Tugasnya

Citra Larasati • 03 April 2026 22:09
Ringkasnya gini..
  • Perpres Ditjen Pesantren resmi ditandatangani.
  • Wamenag: SDM Ditjen Pesantren harus paham ruh pesantren. Rekrutmen segera dipersiapkan.
  • Lima direktorat strategis dibentuk untuk layani kebutuhan kompleks pesantren di Indonesia.
Jakarta: Kabar gembira datang dari dunia pendidikan Islam Tanah Air. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i menegaskan, Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren telah resmi ditandatangani.
 
Kehadiran lembaga ini dinilai sebagai langkah strategis mengingat besarnya populasi pesantren, jumlah santri, serta peran vital para kiai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
“Perpres tentang Direktorat Jenderal Pesantren sudah ditandatangani. Saat ini sedang dalam tahap telaah di Sekretariat Umum untuk segera diundangkan ke dalam Lembaran Negara. Kehadiran Ditjen Pesantren adalah sebuah keniscayaan mengingat besarnya populasi pesantren, jumlah santri, hingga peran strategis para kiai bagi bangsa ini,” ujar Wamenag saat memberikan arahan pada Penyusunan Rancangan Organisasi dan Tata Kerja Ditjen Pesantren dan Direktorat Vokasi di Jakarta, dikutip Jumat, 3 April 2026.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Agama Nona Gayatri Nasution, Staf Ahli Menteri Agama Faisal Ali Hasyim, Tenaga Ahli Menteri Agama Junisab Akbar dan Jaka Setiawan, Direktur Pesantren Basnang Said, serta sejumlah pejabat Kementerian Agama lainnya.

Struktur Organisasi yang Komprehensif

Dalam rancangan yang tengah dimatangkan, Ditjen Pesantren diproyeksikan memiliki lima direktorat strategis, yaitu:
  1. Direktorat Pendidikan Muadalah, Diniyah Formal, dan Kajian Kitab Kuning,
  2. Direktorat Pendidikan Ma'had Aly,
  3. Direktorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Quran,
  4. Direktorat Pemberdayaan Pesantren, serta
  5. Direktorat Pengembangan Dakwah Pesantren.
Setiap direktorat dan subdirektorat yang dibentuk dinilai memiliki argumentasi kuat serta saling melengkapi satu sama lain. "Struktur ini dirancang sedemikian rupa agar kerja Ditjen Pesantren bisa maksimal. Jika salah satu unsur ini tidak ada, maka gerak organisasi akan pincang dalam melayani kebutuhan pesantren yang sangat kompleks," imbuhnya.

Perhatian Khusus pada Sumber Daya Manusia

Selain struktur organisasi, Wamenag juga memberikan perhatian serius terhadap aspek sumber daya manusia (SDM) yang akan mengisi posisi-posisi kunci di unit kerja baru ini. Ia mengingatkan agar proses rekrutmen personel segera dipersiapkan, sehingga operasional ditjen dapat berjalan cepat tanpa hambatan teknis.
 
Wamenag secara tegas mensyaratkan bahwa figur-figur yang menempati posisi strategis harus memiliki pengalaman empiris di dunia pesantren. "Untuk urusan kurikulum dan pengasuhan asrama, harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar memahami 'ruh' pesantren. Sementara untuk bidang seperti pemberdayaan, kita bisa melibatkan tenaga ahli yang kompeten di bidangnya," pungkasnya.
 
Dengan resmi hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren, Kementerian Agama optimis mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kokoh. Langkah ini sekaligus menjadi babak baru dalam penguatan pendidikan Islam berbasis pesantren di Indonesia.
 
Baca juga:  Alhamdulillah, Dana BOS Pesantren dari Kemenag Cair Rp111,9 Miliar

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan