Apakah Anda percaya? Penelitian baru dari McGill University menunjukkan bahwa pria dengan jari manis lebih panjang dan jari telunjuk lebih pendek umumnya lebih baik terhadap perempuan.
Simon Young, psikiatri sekaligus rekan penulis di McGill mengatakan bahwa perbedaan ini menandakan tingkat yang lebih tinggi dari paparan testosteron saat dalam kandungan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Difference melakukan pengukuran panjang jari pada 155 orang Kanada berusia antara 18 dan 54 tahun selama 20 hari. Peserta diminta untuk mendokumentasikan setiap interaksi yang berlangsung lebih dari 5 menit.
Hasilnya beragam, ada yang menunjukkan sikap mereka menyenangkan, suka bertengkar, dominan atau tunduk pada interaksi.
Orang-orang dengan jari manis lebih panjang lebih mungkin untuk menggambarkan interaksi mereka dengan perempuan sebegai pribadi yang menyenangkan. Memiliki keterampilan mendengarkan yang baik, kemampuan untuk berkompromi dan mampu untuk bersimpati diikuti dengan tersenyum dan tertawa.
Menurut Young, mereka juga menunjukkan perilaku yang lebih pro-sosial dan biasanya memiliki lebih banyak anak.
Sementara orang-orang yang memiliki jari berukuran sama cenderung lebih suka bertengkar dengan wanita, yakni dengan mengkritik, mengangkat suara dan melontarkan sindiran kejam dalam interaksi mereka.
Sikap pria terhadap perempuan adalah satu-satunya interaksi yang dipengaruhi oleh ukuran jari, dan pengukuran ini tidak berpengaruh pada interaksi pria dengan pria lain atau interaksi wanita dengan pria atau wanita lain.
Namun, ini tidak berarti Anda harus mencari pria yang memiliki jari manis lebih panjang. Pasalnya, pria dengan jari manis lebih panjang juga bisa berkesempatan terhadap perselingkuhan.
Menurut studi lain dari Oxford university, pria dan wanita dengan jari manis lebih panjang lebih cenderung suka melirik alias genit. (Ningtriasih/prevention)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(AWP)
