8 Pertanda Bayi Mengalami Alergi
(Foto: Huffington Post)
Jakarta: Alergi tak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga bisa menyerang bayi. Sayangnya, mereka belum bisa merasakan hal negatif yang terjadi pada tubuh sehingga saat alergi datang, mereka meresponsnya dengan menangis.

Itulah kenapa orang tua harus sigap dalam melihat perubahan yang terjadi pada bayi. Berikut ini merupakan tanda bayi Anda terkena alergi seperti dilansir dari Boldsky.

1. Pilek atau hidung tersumbat


Perhatikan apakah anak pilek disertai demam sesaat atau tidak. Jika ya, Anda tak perlu khawatir karena itu hanya penyakit musiman. Namun, jika tidak juga sembuh atau sembuh dan kambuh di waktu tertentu, bisa jadi anak mengalami alergi.

2. Batuk

Batuk adalah proses alami sebagai respons terhadap gangguan. Jika bayi terus batuk kering secara konstan dan tak kunjung sembuh, itu bisa mengarah ke alergi.

3. Mata merah muda

Mata berwarna merah muda yang terkadang disertai cairan umumnya disebabkan oleh virus, tetapi juga bisa disebabkan oleh alergi. Jika mata merah muda disebabkan oleh virus atau bakteri, itu bisa menular. Jika berasal dari alergi, gangguan tersebut tidak akan menyebar di dalam keluarga. Bayi mungkin juga mengalami gejala lain seperti gatal dan pilek, serta sensitivitas pada cahaya.

4. Ruam

Ruam adalah penyakit yang biasanya mempengaruhi bayi di beberapa titik atau yang lain. Penyebab ruam dapat berkisar dari eksim hingga kepekaan terhadap sabun atau kain dari pakaian yang dikenakan bayi. Kebanyakan ruam, meskipun alergi alamiah, hilang dalam dua hingga tiga hari dan tidak membutuhkan banyak kekhawatiran. Tetapi jika ruam bertahan untuk jangka waktu lama, harus diperiksa oleh dokter.

5. Sakit perut

Pada bayi, sakit perut biasanya dipicu oleh alergi makanan yang menyebabkan muntah, diare, nyeri dan darah di tinja. Jika sakit perut terus terjadi hingga lebih dari dua jam, sebaiknya segera bawa ke dokter.

6. Alergi udara

Udara mengandung banyak hal yang bisa menjadi alergen potensial bagi bayi, seperti asap dari penggunaan tembakau, debu, serbuk sari, bau rumput dan bunga-bunga tertentu. Sebaiknya tempatkan si buah hati di lingkungan yang bebas dari asap dan tembakau. Juga, lakukan tindakan pencegahan terhadap kontak dari serbuk sari dan debu.

7. Tak bisa tidur di malam hari

Sebagian besar bayi yang baru lahir menghabiskan malam mereka dengan meratap dan menangis. Biasanya penyebabnya adalah kolik atau gigi yang baru tumbuh. Namun, jika tidak dalam kondisi tersebut, ada kemungkinan ia alergi dengan sesuatu.

8. Masalah Telinga

Seringkali, alergi dilihat sebagai masalah yang menyebabkan ruam kulit, batuk, bengkak, dan bersin. Padahal, gangguan telinga juga bisa menjadi salah satu pertanda. Jika bayi Anda memiliki infeksi telinga kronis yang terus menerus, sakit telinga, telinga gatal, gangguan pendengaran dan pusing, itu bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda alergi terhadap sesuatu.


 



(DEV)