Pasien dengan penyakit Hepatitis B dan C berisiko terkena kanker hati. (Ilustrasi/Pexels)
Pasien dengan penyakit Hepatitis B dan C berisiko terkena kanker hati. (Ilustrasi/Pexels)

Penderita Hepatitis B dan C Berisiko Terkena Kanker Hati

Rona penyintas kanker
Kumara Anggita • 11 Februari 2020 09:24
Jakarta: Beberapa penyakit bisa membuat kanker muncul. Misalnya pasien dengan penyakit Hepatitis B dan C berisiko terkena kanker hati. 
 
Merujuk pada Medco Group dan Yayasan Kanker Payudara, Kanker hati adalah suatu tumor ganas yang mengenai organ hati. Sebanyak 90 persen penderita kanker ini datang ke dokter dalam stadium lanjut. Ini disebabkan oleh kerusakan hati baru menimbulkan gejala yang mencolok bila kerusakan tersebut cukup luas. 
 
Hal ini disayangkan karena kanker bila dideteksi dengan cepat, peluang sembuhnya semakin besar. “Kalau menemukan kanker lebih dini angka harapan hidup  akan lebih besar dari pada tahap lanjut,” jelas Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI),Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASIM, FACP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faktor risiko kanker hati
 
-Kira-kira sepuluh persen dari penderita Hepatitis B terkena Kanker Hati
-Penderita Hepatitis C
-Mengonsumsi makanan yang tercemar oleh jamur Afloxtoxin
 
Penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi Hepatitis B dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol. 
 
Gejala
 
-Mata dan kulit berwarna kuning, kadang-kadang disertai demam
-Muntah darah dan buang air besar berwarna kehitam-hitaman seperti kopi atau teh
-Ketegangan di perut yang mendadak disertai rasa sakit atau nyeri yang hebat
-Disertai dentan penurunan berat badan
 
Cara deteksi dini adalah dengan pemeriksaan virus Hepatitis B (HbsAg) dan virus Hepatitis C (HCV). Bisa pula dengan pemeriksaan petanda tumor Alfa Feto Protein (AFP) pada daat medical check up satu kali setahun. 
 
Sementara pengobatannya antara lain operasi jika memungkinkan, prosedur mengecilkan tumor seperti atrans Arterial Chemo Embolisation (TACE), terapi target. 
 
Lakukanlah pemeriksaan secara rutin agar kanker semakin cepat dideteksi bila ada. Dengan seperti itu, kemungkinan untuj sembuh semakin besar.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif