Sebagian ahli menyebut masturbasi punya alasan untuk tidak ditinggalkan. Meskipun sebagian lagi bilang ada bahaya yang mengikutinya. (Foto Ilustrasi: Alex Iby/Unsplash.com)
Sebagian ahli menyebut masturbasi punya alasan untuk tidak ditinggalkan. Meskipun sebagian lagi bilang ada bahaya yang mengikutinya. (Foto Ilustrasi: Alex Iby/Unsplash.com)

Efek Berbahaya dari Masturbasi

Rona studi kesehatan
Dhaifurrakhman Abas • 28 Februari 2019 19:19
Polemik seputar masturbasi tak pernah ada habisnya. Tapi pada intinya, kegiatan masturbasi ternyata punya dampak menimbulkan penyakit dan masalah psikologis.
 
Jakarta:
Berbicara soal kegiatan masturbasi memang tak ada habisnya. Sebagian ahli menyebut masturbasi punya alasan untuk tidak ditinggalkan. Meskipun sebagian lagi bilang ada bahaya yang mengikutinya.
 
Apalagi ketika Anda gagal mengendalikan dorongan seksual yang berujung pada kecanduan melakukan masturbasi. Menurut Times of India kegiatan masturbasi bisa merusak hubungan sosial dan membuat orang yang kecanduan merasa tak nyaman dan merasa bersalah menjalani hidup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perasaan bersalah ini kerap disebut dengan sindrom Dhat. Sindrom ini sering dikaitkan dengan psikopatologi axis-I, yakni kelainan psikologi yang memainkan peran terhadap kecemasan, suasana hati, dan skizofrenik.
 
Dalam Indian Journal of Psychological Medicine, sebuah kasus itu sindrom Dhat menyerang seorang pria 25 tahun, yang mengeluh kelainan medis pada penisnya. Ketika berkonsultasi pada dokter, pria tersebut menduga kelainan penis terjadi akibat dirinya yang terlampau sering melakukan masturbasi.

Baca juga: Penyebab, Gejala dan Cara Mencegah Kanker Serviks

“Padahal dalam pengecekan profil hormonal, tiroid, kadar testosteron serum dan kadar prolaktin, pasien ini tidak menunjukkan adanya kelainan. Dia terserang sindrom skizofrenia, penyakit mental kronis,” kata Jitender Aneja, salah satu peneliti.
 
Pasien tersebut lambat-laun mulai merasa tertekan dan cemas. Gangguan Skizofrenia membuatnya kesulitan konsentrasi, sosialisasi yang buruk, penurunan tidur hingga mengalami penurunan nafsu makan.
 
“Dia juga dirawat dengan tablet olanzapine 25 mg/hari, tablet escitalopram 25 mg/hari dan terapi bitemporal electroconvulsive therapy (ECT) yang dimodifikasi dengan mana depresinya dihilangkan," sambung Jitender.
 
Efek Berbahaya dari Masturbasi
Penyuka masturbasi lambat-laun mulai merasa tertekan dan cemas. (Foto Ilustrasi: Zhu Liang/Unsplash.com)
 
Selain Skizofrenia, kegiatan masturbasi juga rentan menularkan penyakit seksual yang disebabkan oleh Human Pappiloma Virus (HPV). Salah satu penyakit yang bisa ditularkan melalui sentuhan kulit maupun benda-benda yang disentuh.
 
"Virus HPV bisa ditularkan melalui hubungan seksual (penetrasi) maupun seksual non penetrasi, seperti masturbasi. Pasalnya, ketika seseorang melakukan masturbasi, tangannya akan menyentuh kelamin. Lantas, apakah kita yakin kalau tangan kita bersih?" jelas dokter Andi Darma Putra saat konferensi pers terkait Seminar Kesehatan beberapa waktu lalu.
 
Alhasil, HPV bisa menyebabkan kutil pada kelamin Anda. Sayangnya, meski kutil bisa diobati, belum ada obat yang benar-benar bisa membunuh virus HPV pada tubuh penderitanya. Atas pertimbangan itulah, dokter Andi menyarankan agar seseorang menghindari masturbasi sekaligus memperkecil risiko tertularnya virus HPV.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif