(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Mendengarkan Musik Saat Olahraga Bantu Kurangi Kelelahan

Rona studi kesehatan
Sri Yanti Nainggolan • 01 September 2018 11:42
Jakarta: Beberapa orang senang mendengarkan musik saat jogging di luar ruangan atau treadmill. Selain sebagai hiburan, kebiasaan tersebut juga dapat mengurangi kelelahan. 
 
Sebuah studi yang dilakukan oleh Brunel University London  menemukan bahwa mendengarkan lagu I Heard It Through The Grapevine dari Marvin Gaye saat sedang aktif dapat merangsang bagian otak yang berhubungan dengan kelelahan. 
 
Para partisipan yang dilibatkan merasa olahraga mereka lebih cepat dan lebih bersemangat saat mendengarkan musik berdurasi 11 menit tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Musik adalah stimulus pendengaran yang sangat kuat dan dapat digunakan untuk meredakan sensasi tubuh negatif yang biasanya timbul selama situasi yang berhubungan dengan latihan," ujar pemimpin studi Dr Marcelo Bigliassi seperti dilansir Independent
 
Ketika musik meningkatkan stimulus di wilayah otak tersebut, orang-orang merasa kurang lelah sehingga meningkatkan waktu berolahraga. 
 
Menurut Dr Bigliassi, kebiasaan tersebut sangat membantu selama periode paling kritis olahraga dimana individu berisiko lebih tinggi untuk berhenti olahraga saat itu (misalnya, individu dengan obesitas, diabetes, dan lain-lain).
 
Meskipun sains membuktikan musik tidak mengurangi kelelahan, ia khawatir manusia menjadi terlalu bergantung pada musik sebagai pelarian dari kenyataan.
 
"Kami telah belajar banyak tentang efek psikofisiologis, psikologis, dan psikofisiologis musik dalam dua dekade terakhir bahwa orang hampir mengembangkan bentuk stimulus ketergantungan yang aneh," katanya.
 
"Jika kita terus mempromosikan penggunaan stimulasi pendengaran dan visual yang tidak perlu, generasi berikutnya mungkin tidak lagi dapat mentoleransi gejala yang terkait dengan kelelahan dan berolahraga tanpa adanya musik."
 
Untuk mempelajari efek musik saat berolahraga, para peneliti meminta para partisipan berbaring di pemindai MRI dan berolahraga dengan cincin pegangan penguat tangan.
 
Meskipun kekhawatirannya, Dr Bigliassi berpendapat bahwa musik dan rangsangan audiovisual dapat dan harus digunakan dan dipromosikan, tetapi dengan hati-hati.
 
Namun, alih-alih hanya mengandalkan musik, ia juga merasa bahwa orang penting belajar cara lain untuk mengatasi kelelahan yang terkait dengan olahraga.
 
Lihat video:
 

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif