Pengobatan Tuberkulosis yang Tak Mempan, Bisa Jadi Pertanda Kanker Paru

Sri Yanti Nainggolan 06 Februari 2018 17:39 WIB
kanker paru
Pengobatan Tuberkulosis yang Tak Mempan, Bisa Jadi Pertanda Kanker Paru
TB juga bisa berisiko menjadi kanker paru karena munculnya infeksi atau peradangan yang berulang. Akibatnya, sel paru dapat berkembang secara tak normal. (Foto: Timothy Paul Smith/Unsplash.com)
Jakarta: Salah satu gangguan pernapasan yang cukup dikenal adalah tuberkulosis (TB). Namun tahukah Anda bahwa penyakit ini bisa juga menjadi pintu gerbang diagnosis kanker paru?

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 merujuk pada sebuah studi di RS. Moewardi, Surakarta, yang menunjukkan bahwa 28,7 persen pasien kanker paru mengalami kesalahan diagnosa dengan TB pulmonary dan memiliki sejarah pengobatan anti-TB, dimana 73,4 persen dari pasien tersebut telah menjalani pengobatan anti-TB selama lebih dari satu bulan. Ternyata 2,5 persen dari mereka terdiagnosis ganda menderita kanker paru dengan TB pulmonary.

Ahli paru dr. Elisna Syarifuddin, Sp. P(K), PhD, dari RSUP Persahabatan menjelaskan bahwa tidak adanya perubahan setelah pengobatan paru adalah pertanda diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.



(TB juga bisa berisiko menjadi kanker paru karena munculnya infeksi atau peradangan yang berulang. Akibatnya, sel paru dapat berkembang secara tak normal. Foto: Xavier Sotomayor/Unsplash.com)

(Baca juga: Siapa Saja yang Berisiko Terkena Kanker Paru?)

"Dievaluasi selama sebulan, apakah ada perbaikan. Kalau tak ada, segera dirujuk," tukasnya dalam dalam sebuah forum kesehatan, Selasa 6 Februari 2018.

Ia menambahkan, TB juga bisa berisiko menjadi kanker paru karena munculnya infeksi atau peradangan yang berulang. Akibatnya, sel paru dapat berkembang secara tak normal.

"Kanker adalah sel yang berkembang secara tak normal. Jika biasanya hanya 2-4 sel, kalau kanker bisa mencapai seribu," terangnya.

Meski demikian, untuk kasus ganda, yaitu terkena TB dan kanker paru, dr. Elisna mengungkapkan bahwa terkadang sulit menemukan kanker karena sel tersebut bersembunyi selama masa pengobatan TB sehingga tidak terdeteksi.









(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id