Memilih lilin aromaterapi yang tepat. (Foto:makercrate.com)
Memilih lilin aromaterapi yang tepat. (Foto:makercrate.com)

Begini Cara Memilih dan Menggunakan Lilin Aromaterapi

Rona kesehatan
Nia Deviyana • 10 Desember 2015 15:56
medcom.id, Jakarta: Seiring berkembangnya zaman, lilin aromaterapi mulai diperhitungkan sebagai hadiah Natal. Selain harganya yang terjangkau, lilin aromaterapi juga memiliki makna kemewahan, penghargaan, kehangatan dan nilai sentimental tinggi.
 
"Lilin aroma sangat sempurna untuk segala suasana dan perayaan. Di luar Indonesia, masyarakatnya sudah menganggap lilin sebagai hadiah utama Natal," ujar Chindera Soewandy, Chief Operating Officer salah satu perusahaan lilin aromaterapi di Indonesia. 
 
Chindera pun memberi tips memilih lilin aromaterapi yang berkualitas. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Beli lilin yang terbuat dari bahan alami seperti minyak kelapa sawit, kedelai, atau beeswax, lilin yang terbuat dari lebah," jelas Chindera. 
 
Bahan-bahan itu, menurut dia, cukup efektif dalam mengikat wewangian. Selain itu, hindari bahan parafin atau petroleum. Teliti sebelum membeli menjadi kunci mendapatkan lilin yang berkualitas. 
 
"Rasakan saja teksturnya, kalau seperti gel, itu pasti terbuat dari parafin. Selain itu, baca komposisinya sebelum membeli. Produsen lilin berkualitas pasti menyajikan komposisi di kemasannya," tambah dia.
 
Menggunakan lilin aromaterapi yang benar
 
Masing-masing orang memiliki karakter yang berbeda-beda untuk menikmati lilin aromaterapi. Ada yang suka menyalakannya di pagi hari untuk menambah semangat, ada juga yang lebih suka menghidupkan pada malam hari untuk relaksasi usai beraktivitas.
 
Kapanpun Anda menyalakan lilin, pastikan Anda mengetahui cara yang benar untuk mendapatkan wewangian sempurna. Lilin aroma memiliki cold throw, aroma yang tercium sebelum dibakar dan hot throw, yang tercium saat dibakar.
 
"Aroma saat dibakar datangnya dari wax yang meleleh. Sebelum menyalakan lilin, pastikan sumbu berada di tengah agar liin terbakar secara merata. Idealnya, membakar lilin selama 2-3 jam saja," urai Chindera.
 
Perlu diingat, jangan memindahkan lilin saat baru dinyalakan agar lelehannya tidak mengalir ke tangan. Bila ingin menyalakan kembali lilin yang sudah pernah dipakai, disarankan untuk memotong sumbu sebesar 0,5 sentimeter untuk menghilangkan ujungnya yang berwarna hitam karena sudah terbakar.
 
"Kalau tidak dipotong, bisa menimbulkan asap dan karbon monoksida," kata perempuan yang mulai mengembangkan usaha lilin bermotif songket Palembang ini.
 
Demi alasan keamanan, pastikan lilin sudah dalam keadaan mati sebelum Anda tidur.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(LOV)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif