Ketahui Kondisi Bumil yang harus <i>Bed</i> <i>Rest</i>
Menurut dr. Purnawan Senoaji, MD, SpOG, menerangkan bed rest adalah mengurangi aktivitas fisik berat dan memperbanyak istirahat. (Foto: Suhyeon Choi/Unsplash.com)
Jakarta: Ketika mendengar kata “bed rest” pasti ibu hamil sudah lemas. Langsung malas membayangkan semua hal yang harus dilakukan di atas kasur.

Tapi, demi kebaikan ibu dan janin, bed rest ternyata dibutuhkan. Jangan langsung merasa down dulu, karena masih ada beberapa aktivitas yang masih bisa dilakukan saat bed rest.

Menurut dr. Purnawan Senoaji, MD, SpOG, menerangkan bed rest adalah mengurangi aktivitas fisik berat dan memperbanyak istirahat.


Dr. Purnawan juga menjelaskan tidak ada hal-hal khusus mengenai bed rest ini, dan jurnal-jurnal kedokteran pun masih belum bisa membuktikan secara statistik kepentingan dari bed rest.

(Baca juga: Jenis-jenis Keguguran yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil)


(Menurut dr. Purnawan Senoaji, MD, SpOG, menerangkan bed rest adalah mengurangi aktivitas fisik berat dan memperbanyak istirahat. Foto: John Looy/Unsplash.com)
 

“Jika saya ditanya apakah dokter menyarankan bed rest pada pasien-pasiennya saya? Jawabannya adalah ya, tapi bukan karena ada dasar ilmiah tapi lebih pada menjaga ketenangan hati dan meminimalisir gerakan-gerakan yang terlalu aktif. Jadi tidak pernah kita sarankan pasien untuk tidak boleh melakukan apa-apa di rumah. Justru hal-hal seperti itu yang bikin tambah stres,” ungkapnya.

Tujuan bed rest
Bed rest selama kehamilan adalah salah satu tindakan yang sering disarankan oleh dokter kepada ibu hamil, yaitu dengan melakukan istirahat di tempat tidur dan mengurangi aktivitas sehari-hari.

Beberapa tujuan dilakukannya bed rest adalah untuk menghindari komplikasi atau permasalahan yang bisa terjadi pada ibu hamil.

Berikut beberapa contoh kondisi di mana seorang bumil harus melakukan bed rest.

- Ancaman keguguran pada trimester awal kehamilan.
- Perdarahan karena plasenta previa (plasenta di bawah).
- Ancaman persalinan prematur (bayi besar, kehamilan kembar, dan lainnya).





(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id