Kondisi Keuangan Pengaruhi Kesehatan Jantung (Foto: istock)
Kondisi Keuangan Pengaruhi Kesehatan Jantung (Foto: istock)

Kondisi Keuangan Pengaruhi Kesehatan Jantung

Rona kesehatan jantung
Gervin Nathaniel Purba • 16 Februari 2019 20:54
Jakarta: Penyakit jantung biasanya disebabkan karena pola makan yang buruk dan keturunan. Ternyata selain faktor tersebut, masalah keuangan juga bisa menjadi pemicu penyakit jantung.
 
Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Circulation, para ilmuwan mengumpulkan data dari hampir 4.000 orang selama 15 tahun. Mulai dari usia 23 tahun hingga 35 tahun.
 
Para ilmuwan mendata penghasilan mereka dan juga menganalisis catatan medis mereka untuk kejadian jantung dan kematian. Selama masa studi, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang mengalami votalitas pendapatan (sebagian besar terdiri dari penurunan pendapatan) memiliki risiko dua kali lipat mengalami masalah jantung dan hampir dua kali lipat risiko kematian dini dibandingkan dengan mereka yang stabil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagian besar ketidakstabilan pendapatan dihasilkan dari periode pengangguran, atau pemotongan gaji setelah berganti pekerjaan.
 
"Kami berasumsi bahwa penurunan pendapatan atau sering mengalami perubahan pendapatan mungkin tidak baik untuk kesehatan. Ini dianggap sebagai peristiwa yang membuat stres. Tetapi kami terkejut dengan besarnya efek yang kami lihat karena kami melihat populasi yang relatif muda," kata Asisten Profesor Epidemiologi di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat di University of MiamiTali Elfassy, seperti dilansir dari Time.
 
Penurunan pendapatan tampaknya memiliki efek yang sangat nyata pada penyakit jantung dan kematian. Orang yang mengalami lebih dari dua kali penurunan pendapatan selama periode penelitian memiliki risiko 2,5 kali lebih besar mengalami penyakit jantung dan hampir dua kali lipat risiko kematian dibandingkan dengan orang yang pendapatannya lebih stabil.
 
Penelitian ini tidak dirancang untuk mengeksplorasi apa yang mendorong hubungan antara perubahan pendapatan dan peristiwa jantung. Penelitian sebelumnya membangun hubungan yang kuat antara stres yang dipicu oleh perubahan pendapatan dan efek buruk pada jantung.
 
Stres dapat berkontribusi pada obesitas yang merupakan faktor risiko penyakit jantung, serta tekanan darah tinggi. Penghasilan rendah juga dapat memainkan peran independen.
 
Status sosial ekonomi yang lebih rendah juga telah dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih buruk karena orang-orang dengan pendapatan rendah atau tidak stabil cenderung lebih banyak merokok, jarang berolahraga, dan lebih jarang mengunjungi dokter mereka, yang semuanya dapat menambah risiko masalah jantung.
 
"Perubahan pendapatan bisa menjadi peristiwa besar dalam kehidupan. Kita berpikir bahwa populasi yang lebih tua rentan terhadap perubahan ini, tetapi populasi yang lebih muda tentu juga rentan terhadap tekanan keuangan semacam ini," ujar Elfassy.
 
Dalam hal ini, Elfassy mengatakan penghasilan sering tidak berada dalam kendali orang, namun fokus pada mengatasi stres bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan jantung.
 

 
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif