Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku. Penderita kesulitan membedakan antara kenyataan dengan pikiran sendiri.
Dalam sebuah penelitian kecil, pasien mampu mendaratkan roket dalam permainan saat terhubung ke daerah otak yang sensitif terhadap suara bicara dan suara manusia. Nantinya para pasien belajar menggunakan teknik ini dalam kehidupan sehari-hari.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Tim peneliti dari dari King's College London Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience dan University of Roehampton, mengatakan teknik ini dapat digunakan untuk membantu pasien skizofrenia yang tidak mempan diobati.

(Penderita skizofrenia dapat dilatih dengan memainkan video game untuk mengendalikan bagian otak yang terkait dengan halusinasi verbal. Foto: Nicolas Grass/Unsplash.com)
Orang yang mengalami skizofrenia seperti dilansir dari Bbc.com diketahui memiliki korteks pendengaran yang lebih aktif, yang berarti mereka lebih sensitif terhadap suara. Gejala umumnya mereka kerap mengalami halusinasi verbal setiap hari.
(Baca juga: Ini Ciri-Ciri Penyakit Skizofrenia)
Untuk mencoba mengendalikannya, mereka diminta untuk bermain video game saat berada di pemindai MRI menggunakan strategi mental mereka sendiri untuk memindahkan roket terkomputerisasi. Dengan berbuat demikian mereka dapat menolak volume suara eksternal yang mereka dengar.
"Pasien tahu kapan suara akan dimulai, mereka dapat merasakannya, jadi kami ingin mereka segera menerapkan bantuan ini untuk menguranginya atau menghentikan suara sepenuhnya," ujar Dr Natasza Orlov dari Kings College London sebagaimana dilnasir dari BBC, Selasa, 13 Februari 2018.
Dia mengatakan semua pasien dalam penelitian ini masing-masing memiliki empat putaran pemindai MRI yang menemukan bahwa suara mereka menjadi kurang eksternal dan lebih internal. Sehingga membuat mereka mengurangi stres.
"Meskipun ukuran sampel penelitian kecil dan kami tidak memiliki kelompok kontrol, hasil ini menjanjikan. Kami sekarang berencana untuk melakukan studi terkontrol secara acak untuk menguji teknik ini dalam sampel yang lebih besar," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
