Piala Dunia 2026 kali ini tidak hanya berpusat di lima borough Kota New York yang memiliki daya tarik global. Turnamen ini akan memperluas jangkauannya hingga ke wilayah New Jersey. Di wilayah tersebut, sebanyak delapan pertandingan penting dijadwalkan akan digelar, dengan laga final sebagai sorotan utamanya.
Selama turnamen internasional ini berlangsung, stadion yang berada di seberang Sungai Hudson tersebut akan menggunakan nama resmi Stadion New York New Jersey, yang biasanya dikenal oleh publik sebagai MetLife Stadium.
Dipilihnya arena ini dinilai sangat tepat mengingat rekam jejaknya yang telah lama terbukti sukses menjadi panggung bagi berbagai ajang olahraga dan hiburan terbesar di dunia.
Biaya Pembangunan Fantastis
MetLife Stadium resmi dibuka pada 2010 dengan biaya pembangunan sekitar USD 1,6 miliar. Proyek ini didanai secara swasta oleh dua tim NFL, New York Giants dan New York Jets, yang berbagi stadion meski berstatus rival, sebuah hal yang jarang terjadi dalam sejarah liga tersebut.
Sebagai stadion bersama, MetLife dirancang agar bisa mengubah tampilan visual sesuai tim yang bermain. Sistem pencahayaan eksteriornya dapat berubah menjadi biru saat Giants menjadi tuan rumah, dan hijau ketika Jets bertanding.
Pada Piala Dunia 2026 nanti, teknologi ini akan digunakan untuk menampilkan warna sesuai identitas negara yang sedang bermain, menjadikan stadion ini lebih dari sekadar arena pertandingan, tetapi juga layar raksasa yang bisa berganti “wajah” sesuai panggung yang sedang berlangsung.
Deretan Momen Tak Terlupakan
Sebelum ditetapkan sebagai venue final Piala Dunia 2026, stadion berkapasitas sekitar 82.500 penonton ini telah menjadi saksi berbagai momen besar dalam sejarah olahraga modern.
MetLife Stadium sempat menjadi lokasi final Copa America 2016. Dalam laga tersebut, Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti pada babak adu penalti yang berakhir dengan kemenangan Chile.
Kekalahan itu sempat membuat Messi mengumumkan pensiun dari timnas Argentina, sebelum akhirnya ia membatalkan keputusannya.
Stadion ini juga menjadi tuan rumah final FIFA Club World Cup tahun lalu yang mempertemukan Chelsea dan Paris Saint-Germain.
Di luar sepak bola, MetLife Stadium pernah menggelar Super Bowl XLVIII, yang tercatat sebagai Super Bowl outdoor pertama yang dimainkan dalam kondisi cuaca dingin ekstrem.
Selain itu, stadion ini juga menjadi panggung WrestleMania 35. Dalam sejarah NFL, tempat ini turut dikenang karena tangkapan satu tangan legendaris Odell Beckham Jr. saat menghadapi Dallas Cowboys pada 2014.
Kapasitas Stadion MetLife
Dalam menyambut lonjakan penonton pada Piala Dunia 2026, pengelola stadion melakukan sejumlah penyesuaian infrastruktur. Kapasitas reguler sedikit dikurangi untuk memberi ruang bagi area media, zona keamanan terpadu, serta fasilitas siaran internasional.
Rekor kehadiran sebelumnya tercatat saat laga pramusim Manchester United vs Arsenal pada Juli 2022 dengan 82.262 penonton, sementara final Club World Cup tahun lalu dihadiri 81.118 penonton ketika Chelsea mengalahkan PSG.
Perubahan paling signifikan dilakukan pada permukaan lapangan. Dalam kondisi normal, MetLife Stadium menggunakan rumput sintetis untuk pertandingan NFL. Namun, sesuai regulasi FIFA, stadion ini akan menggunakan rumput alami sementara selama turnamen berlangsung.
Baca Juga :
Sejarah Piala Dunia 1930: Turnamen Perdana, Drama Dua Bola di Final & Perjalanan Laut Melelahkan
Rumput tersebut ditanam di luar lokasi, kemudian dipindahkan menggunakan truk berpendingin agar tetap dalam kondisi optimal, sebelum dipasang di lapangan dan dipantau secara berkala sesuai standar FIFA.
Selain itu, perbedaan ukuran lapangan antara sepak bola dan NFL membuat sekitar 1.750 kursi di tepi lapangan harus dipindahkan.
Karena stadion ini tidak memiliki atap, penonton juga akan menyaksikan pertandingan langsung di bawah langit terbuka, dengan segala konsekuensi cuaca yang menyertainya.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News