Pria menginginkan seks lebih sering daripada wanita pada saat hubungan baru terbangun, di tengah-tengahnya, dan setelah bertahun-tahun. (Foto Ilustrasi: Neonbrand/Unsplash.com)
Pria menginginkan seks lebih sering daripada wanita pada saat hubungan baru terbangun, di tengah-tengahnya, dan setelah bertahun-tahun. (Foto Ilustrasi: Neonbrand/Unsplash.com)

Membandingkan Dorongan Seks Pria dengan Wanita

Rona seks
Sunnaholomi Halakrispen • 14 Maret 2019 19:11
Perbandingan dorongan seks pria dan wanita sangat berbeda. Ketika pria lebih memikirkan seks, wanita lebih menghargai hubungan emosional dengan pasangannya.
 
Jakarta: Para ahli mengatakan libido perempuan jauh lebih sulit dijabarkan. Sementara pria begitu mudah dipaparkan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa dorongan seks pria tidak hanya lebih kuat dari wanita, tetapi jauh lebih mudah.
 
Sebaliknya, sumber libido perempuan jauh lebih sulit dijabarkan. Terbukti wanita lebih menghargai hubungan emosional sebagai percikan hasrat seksual. Tetapi perempuan juga tampaknya sangat dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hasrat seksual pada wanita sangat sensitif terhadap lingkungan dan konteks," kata profesor sosiologi di University of Chicago, Edward O. Laumann, PhD.
 
Namun, hal tersebut tergantung pada masing-masing pribadi. Sebab setiap orang memiliki pandangan yang berbeda. Secara umum, berikut beberapa penyebab mengapa dorongan seks pria lebih tinggi dibanding wanita:

1. Pria lebih memikirkan seks

Mayoritas pria dewasa yang berusia di bawah 60 tahun memikirkan seks. Setidaknya sekali dalam sehari. Hanya sekitar seperempat wanita yang mengatakan bahwa mereka sering memikirkan seks.
 
Seiring bertambahnya usia pada pria dan wanita, masing-masing tingkat fantasinya berkurang. Akan tetapi, pria masih berfantasi dua kali lebih sering dibandingkan dengan wanita.
 
Roy Baumeister, psikolog sosial di Florida State University, menemukan bahwa gairah seksual spontan pria lebih banyak. Fantasi yang dimiliki pun lebih sering dan beragam.

2. Pria lebih rajin mencari seks

"Pria menginginkan seks lebih sering daripada wanita pada saat hubungan baru terbangun, di tengah-tengahnya, dan setelah bertahun-tahun," ujar Baumeister.
 
Pria lebih cenderung mencari seks bahkan ketika itu disukai maupun dilarang. Sekitar dua pertiga mengatakan mereka melakukan masturbasi, meskipun sekitar setengahnya juga mengatakan mereka merasa bersalah usai melakukannya.
 
Sedangkan, sekitar 40 persen wanita mengatakan mereka bermasturbasi dan frekuensi masturbasinya lebih kecil di antara wanita. Kemudian, prostitusi sebagian besar masih merupakan fenomena laki-laki yang mencari seks dengan perempuan, bukan sebaliknya.

Baca juga: Pentingkah Melakukan Vaginoplasty?

3. Perputaran seksual wanita lebih rumit dibanding pria

Peneliti Universitas Northwestern Meredith Chivers dan rekannya menunjukkan film-film erotis untuk pria dan wanita. Para peneliti bertanya tentang tingkat gairah seksual pria dan wanita tersebut, dan juga mengukur tingkat gairah mereka yang sebenarnya melalui perangkat yang melekat pada alat kelamin mereka.
 
Untuk laki-laki, hasilnya dapat diprediksi, yakni mereka lebih terangsang oleh penggambaran jenis kelamin laki-laki dan perempuan-perempuan. Juga alat pengukur mendukung klaim mereka.
 
Bagi wanita, hasilnya lebih mengejutkan. Wanita lebih terangsang oleh jenis kelamin pria-wanita. Namun secara genetika mereka menunjukkan reaksi yang sama terhadap jenis kelamin laki-laki, perempuan-laki-laki, dan perempuan-perempuan.
 
"Pria sangat kaku dan spesifik tentang siapa mereka menjadi bergairah, dengan siapa mereka ingin berhubungan seks, dengan siapa mereka jatuh cinta," kata J. Michael Bailey selaku peneliti seks Universitas Northwestern.

4. Dorongan seks perempuan lebih dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya

Dalam ulasannya, Baumeister menemukan studi yang menunjukkan banyak cara di mana sikap, praktik, dan hasrat seksual wanita lebih dipengaruhi oleh lingkungan mereka. Sikap perempuan terhadap berbagai praktik seksual lebih mungkin berubah-ubah dari waktu ke waktu.
 
Perempuan lebih dipengaruhi oleh sikap kelompok sebaya mereka dalam keputusan mereka tentang seks. Selanjutnya, wanita dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung melakukan berbagai praktik seksual yang lebih luas.
 
Mengapa dorongan seks perempuan tampaknya lebih lemah dan lebih rentan terhadap pengaruh? Laumann menyampaikan, pria memiliki setiap insentif untuk berhubungan seks demi meneruskan materi genetik mereka. Namun, perempuan dinilai sulit memilih pasangannya dengan hati-hati, karena merekalah yang bisa hamil dan akhirnya merawat bayi.
 
Mereka cenderung lebih terbiasa dengan mempertimbangkan kualitas hubungan. Karena, wanita menekankan prinsip bahwa mereka menginginkan pria tepat mana yang nantinya akan tinggal dengannya untuk membantu merawat anak.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif