Siklus menstruasi yang sehat dapat berkisar dari 21 hingga 35 hari. (Foto: PIxabay)
Siklus menstruasi yang sehat dapat berkisar dari 21 hingga 35 hari. (Foto: PIxabay)

Selain Hamil, Ini Penyebab Anda Terlambat Menstruasi

Rona gaya premenstrual syndrome (pms)
Medcom • 22 Oktober 2019 17:44
Jakarta: Menstruasi merupakan pendarahan vagina normal yang terjadi sebagai bagian dari siklus bulanan wanita. Biasanya, menstruasi berlangsung dari 3 sampai 5 hari.
 
Kebanyakan wanita yang belum mencapai menopause biasanya mengalami menstruasi setiap 28 hari. Namun, siklus menstruasi yang sehat dapat berkisar dari 21 hingga 35 hari.
 
Namun, bagaimana jika siklus menstruasi Anda mengalami keterlambatan padahal Anda tidak sedang hamil?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Umumnya penyebab keterlambatan dapat berkisar dari ketidakseimbangan hormon hingga kondisi medis yang serius. Mengutip dari Healthline, mungkin ini bisa jadi salah satu faktor Anda terlambat menstruasi.

1. Stres

Stres dapat menyebabkan penyakit dan berpengaruh pada berat badan. Hal ini juga berdampak pada siklus menstruasi Anda.
 
Ketika stres, hormon bisa menurun dan itu dapat mengubah rutinitas harian Anda. Hipotalamus yang bertanggung jawab mengatur siklus menstruasi juga akan terpengaruh jika Anda mengalami stres.
 
Jika Anda merasa stres memengaruhi siklus menstruasi, cobalah berlatih teknik relaksasi dan membuat perubahan gaya hidup. Lebih banyak berolahraga juga dapat membantu Anda kembali ke siklus yang benar.

2. Berat badan rendah

Wanita dengan gangguan perilaku makan seperti bulimia nervosa mungkin mengalami menstruasi yang terlambat. Hal itu bisa mengubah cara tubuh Anda berfungsi dan menghentikan ovulasi.
 
Untuk mengembalikan siklus normal menstruasi, sebaiknya lakukan perawatan yang sehat untuk menghilangkan gangguan perilaku makan Anda. Di samping itu, wanita yang berpartisipasi dalam olahraga ekstrem seperti maraton juga dapat menghentikan siklus menstruasinya.

3. Obesitas

Sama seperti berat badan rendah, kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan perubahan hormon. Ketika dokter menentukan obesitas menjadi faktor keterlambatan menstruasi Anda, bersiaplah untuk mendapatkan rencana diet dan olahraga yang teratur.

4. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Polycystic ovary syndrome disingkat PCOS merupakan suatu kondisi yang menyebabkan tubuh Anda memproduksi lebih banyak hormon androgen pria. Akibat dari ketidakseimbangan hormon, kista dapat terbentuk di ovarium. Ini bisa membuat ovulasi tidak teratur bahkan menghentikannya sama sekali.
 
Hormon lain, seperti insulin juga bisa tidak seimbang karena resistensi insulin berhubungan dengan PCOS. Perawatan untuk PCOS berfokus pada menghilangkan gejala. Dokter mungkin meresepkan Anda KB atau obat lain untuk membantu mengatur siklus mentruasi Anda.

5. Kontrol kelahiran

Anda mungkin mengalami perubahan dalam siklus menstruasi ketika menjalankan atau menghentikan kontrasepsi. Seperti diketahui, pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang mencegah ovarium melepaskan telur.
 
Diperlukan waktu hingga enam bulan untuk siklus Anda menjadi konsisten kembali setelah menghentikan pil. Jenis kontrasepsi lain yang ditanam atau disuntikkan juga dapat menyebabkan menstruasi terlambat.

6. Penyakit kronis

Penyakit kronis seperti diabetes dan seliaka juga dapat memengaruhi siklus menstruasi karena adanya perubahan hormon. Sehingga meskipun jarang, diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan menstruasi Anda tidak teratur.
 
Penyakit seliaka menyebabkan peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan pada usus kecil Anda. Hal itu dapat mencegah tubuh Anda menyerap nutrisi penting dan menyebabkan menstruasi terlambat atau terlewat.

7. Mengalami perimenopause dini

Sebagian besar wanita mulai menopause antara usia 45 hingga 55. Wanita yang mengalami gejala sekitar usia 40 ke bawah dianggap memiliki perimenopause dini. Hal itu berarti pasokan sel telur Anda menurun dan siklus bulanan Anda pun berakhir.

8. Masalah tiroid

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif juga bisa menjadi penyebab periode terlambat atau terlewat. Tiroid mengatur metabolisme tubuh Anda, sehingga kadar hormon dapat terpengaruh juga.
 
Masalah tiroid biasanya dapat diobati dengan obat-obatan. Setelah perawatan, menstruasi Anda kemungkinan akan kembali normal.
 
Kapan menemui dokter Anda
Dokter dapat mendiagnosis dengan tepat alasan mengapa Anda terlambat melalui catatan menstruasi. Dengan itu dokter bisa langsung mendiskusikan opsi perawatan untuk Anda.
 
Maka dari itu, catat perubahan dalam siklus Anda serta perubahan kesehatan lainnya untuk ditunjukkan kepada dokter. Ini akan membantu dokter membuat diagnosis.
 
Hubungi dokter segera jika Anda memiliki gejala-gejala seperti perdarahan luar biasa, sakit parah, mual dan muntah, pendarahan yang berlangsung lebih lama dari tujuh hari, pendarahan setelah Anda sudah memasuki masa menopause dan tidak menstruasi selama setahun.
 
Sandra Odilifia
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif