Bagaimana kekhawatiran kita seharusnya terhadap virus Korona? Simak opini Sarah Boseley dan Hannah Devlin berikut ini. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Bagaimana kekhawatiran kita seharusnya terhadap virus Korona? Simak opini Sarah Boseley dan Hannah Devlin berikut ini. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Apa Itu Virus Korona dan Bagaimana Kekhawatiran Kita Seharusnya?

Rona virus korona Coronavirus virus corona
Arpan Rahman • 24 Januari 2020 15:20
Jakarta: Wabah coronavirus atau virus Korona mulai menjalar ke beberapa negara seperti ke Bangkok, Thailand, hingga Jepang. Seiring merebaknya kekhawatiran akan keganasan penyakit yang ditengarai menular itu, banyak kalangan telah menyoroti virus mirip SARS.
 
Sarah Boseley dan Hannah Devlin dalam "What is the coronavirus and how worried should we be?" via Theguardian memberikan pandangannya sebagai berikut:

1. Apa virus yang menyebabkan penyakit di Wuhan?

Ini adalah Coronavirus baru - artinya, anggota famili coronavirus yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Seperti coronavirus lainnya, virus ini berasal dari hewan - mungkin makanan laut.
 
Banyak dari mereka yang terinfeksi bekerja atau sering berbelanja di pasar grosir makanan laut Huanan di pusat kota Tiongkok. Virus baru dan bermasalah biasanya berasal dari hewan inang. Ebola dan flu adalah contohnya.

2. Apakah virus Korona lain yang pernah ada?

Sindrom pernapasan akut parah (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) keduanya disebabkan oleh virus Korona yang berasal dari hewan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun MERS diyakini ditularkan ke manusia dari dromedari, inang asli untuk kedua virus Korona mungkin kelelawar.
 
Kasus SARS pertama terjadi di Tiongkok pada akhir 2002. Pihak berwenang menutupinya dan kemudian banyak dikritik karena virus itu menyebar hampir tidak terkendali ke 37 negara, menyebabkan kepanikan global, menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan membunuh lebih dari 750.
 
MERS tampaknya menjadi lebih sulit ditularkan dari manusia ke manusia, tetapi menelan kematian yang lebih besar, menewaskan 35 persen dari sekitar 2.500 orang yang telah terinfeksi.

3. Apa saja gejala yang disebabkan oleh virus Korona Wuhan?

Virus menyebabkan Pneumonia. Mereka yang jatuh sakit dilaporkan menderita batuk, demam, dan kesulitan bernapas. Karena ini adalah pneumonia virus, antibiotik tidak ada gunanya.
 
Obat antivirus yang sedang dipelajari untuk digunakan di MERS juga digunakan pada pasien dalam uji coba oleh dokter Tiongkok.
 
Jika orang dirawat di rumah sakit, mereka akan mendapatkan bantuan pernapasan serta cairan. Pemulihan akan tergantung pada kekuatan sistem kekebalan tubuh mereka. Mereka yang telah meninggal diketahui sudah dalam kondisi kesehatan yang buruk.
 
Apa Itu Virus Korona dan Bagaimana Kekhawatiran Kita Seharusnya?
(Banyak dari mereka yang terinfeksi bekerja atau sering berbelanja di pasar grosir makanan laut Huanan di pusat kota Tiongkok. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

4. Apakah virus ditularkan dari satu orang ke orang lain?

Penularan dari manusia ke manusia telah dikonfirmasi oleh Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, meskipun tampaknya tidak terjadi dengan mudah seperti halnya dengan SARS.
 
Pada 22 Januari lalu pihak berwenang Tiongkok telah mengakui 440 kasus dan 9 kematian. Dalam pekan terakhir, jumlah infeksi yang dikonfirmasi sudah lebih dari 3 kali lipat dan kasus telah ditemukan di 13 provinsi, serta ibu kota Beijing, Shanghai, Chongqing, dan Tianjin.
 
Virus ini juga telah dikonfirmasi di luar Tiongkok, di Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang. Belum ada kasus yang dikonfirmasi di Inggris saat ini, tetapi pasti ada potensi kasus muncul karena volume perjalanan udara internasional.
 
Jumlah sebenarnya yang tertular virus bisa jauh lebih tinggi karena orang dengan gejala ringan mungkin tidak terdeteksi.
 
Pemodelan oleh para ahli WHO di Imperial College London menunjukkan mungkin ada 4.000 kasus, dengan ketidakpastian menempatkan margin antara 1.000 dan 9.700.

5. Seberapa khawatir para ahli?

Muncul kekhawatiran bahwa virus Korona dapat menyebar lebih luas selama liburan tahun baru selama sepekan di bulan ini, yang dimulai pada 24 Januari, ketika jutaan orang Tiongkok melakukan perjalanan pulang untuk merayakan Imlek.
 
Saat ini, tampaknya orang dengan kesehatan yang buruk berada pada risiko terbesar, seperti yang selalu terjadi dengan flu.
 
Kekhawatiran utama adalah kisaran keparahan gejala - beberapa orang tampaknya hanya menderita penyakit ringan sementara yang lain menjadi sakit parah.
 
Ini membuatnya lebih sulit untuk menentukan jumlah sebenarnya yang terinfeksi dan tingkat penularan antar orang. Tetapi pihak berwenang akan tertarik untuk menghentikan penyebaran dan akan cemas bahwa virus bisa menjadi lebih kuat daripada yang muncul sejauh ini.

6. Haruskah kita panik?

Tidak. Penyebaran virus di luar Tiongkok mengkhawatirkan tetapi bukan perkembangan yang tidak terduga. Ini meningkatkan kemungkinan bahwa Badan Kesehatan Dunia akan menyatakan wabah sebagai darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional ketika bertemu pada Rabu.
 
Kekhawatiran utama ialah bagaimana menularnya virus Korona baru ini di antara manusia dan berapa proporsi yang menjadi sakit parah dan berakhir di rumah sakit. Sering kali virus yang menyebar dengan mudah cenderung memiliki dampak yang lebih ringan.
 
Petugas kesehatan bisa berisiko jika mereka tiba-tiba menemukan seseorang dengan gejala pernapasan yang telah bepergian ke daerah terkena dampak.
 
Secara umum, virus Korona tampaknya paling parah menjangkiti orang tua, dengan beberapa kasus pada anak-anak.
 
Para ahli mengatakan tidak perlu bagi orang untuk mengubah rencana perjalanan mereka pada tahap ini, tetapi langkah-langkah kebersihan dasar seperti mencuci tangan sangat dianjurkan.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif