Dalam studi di tiga negara disebutkan bahwa menggunakan situs jaringan sosial selama lebih dari dua jam sehari rawan mengalami intimidasi dunia maya. (Foto: Igor Rand/Unsplash.com)
Dalam studi di tiga negara disebutkan bahwa menggunakan situs jaringan sosial selama lebih dari dua jam sehari rawan mengalami intimidasi dunia maya. (Foto: Igor Rand/Unsplash.com)

Menggunakan Sosmed Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Intimidasi Dunia Maya

Rona media sosial psikologi intimidasi dunia maya
Anggi Tondi Martaon • 11 Juli 2018 11:40
Jakarta: Kelompok remaja sangat disarankan untuk membatasi penggunaan sosial media. Pasalnya, jaringan berinteraksi yang sedang digandrungi generasi milenial itu rawan mengalami intimidasi dunia maya (cyber bullying).
 
Menurut sebuah survei 12.000 remaja di Jerman, Polandia dan Rumania, mereka yang menggunakan situs jaringan sosial selama lebih dari dua jam sehari rawan mengalami intimidasi dunia maya.
 
"Ini adalah temuan penting yang menantang riset sebelumnya yang menyarankan cara sederhana (dalam bermedia sosial) yaitu pada penggunaannya saja yang bisa meningkatkan risiko (seseorang) menjadi korban intimidasi dunia maya," kata rekan penulis studi Dr Artemis Tsitsika yang merupakan seorang asisten profesor di pediatrics di the National and Kapodistrian University of Athens, di Yunani saat dikutip dari WebMD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca juga: Peran Orang Tua Bantu Anak Atasi Cyber Bullying)
 
Menggunakan Sosmed Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Intimidasi Dunia Maya
(Kelompok remaja sangat disarankan untuk membatasi penggunaan sosial media. Pasalnya, jaringan berinteraksi yang sedang digandrungi generasi milenial itu rawan mengalami intimidasi dunia maya (cyber bullying). Foto: Louis Blythe/Unsplash.com)
 
Tsitsika menjelaskan peneliti menemukan tingkat intimidasi dunia maya yang dialami oleh tiga negara di atas dan Yunani cukup tinggi, yaitu Rumania (37,3 persen), Yunani (26,8 persen), Jerman (24,3 persen) dan Polandia (21,5 persen). Sementara untuk negara lain cukup rendah, yaitu Belanda (15,5 persen), Islandia (13,5 persen), dan Spanyol (13,3 persen).
 
Tsitsika menyebutkan ada beberapa alasan kenapa potensi di beberapa negara menjadi sasaran intimidasi dunia maya. Selain dipengaruhi oleh waktu, perbedaan aturan dan literasi penggunaan media sosial di setiap negara juga berperan besar dalam menekan tindakan intimidasi dunia maya.
 
"Di Yunani dan Rumania, intimidasi dunia maya yang lebih tinggi mungkin disebabkan oleh kurangnya literasi digital dan legislasi yang relevan, serta peningkatan tiba-tiba dari penggunaan media sosial dan kesenjangan teknologi besar antara orang tua dan generasi muda," ungkap dia,
 
Tsitsika pun mengusulkan, setiap negara meningkatkan keamanan internet dan pengajaran keterampilan digital dalam pendidikan untuk menekan tindakan negatif tersebut. 
 


 
(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif