Guru honorer SDN Wanasari 01, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Intan Permatasari. DOK YouTube TVR Parlemen
Guru honorer SDN Wanasari 01, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Intan Permatasari. DOK YouTube TVR Parlemen

Curhat ke Anggota DPR, Guru Honorer Nangis Ceritakan Sulitnya jadi PPPK hingga Jadi Tukang Antar Jemput Loundry

Ilham Pratama Putra • 04 Februari 2026 09:47
Ringkasnya gini..
  • Guru honorer SDN Wanasari 01, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Intan Permatasari, terkendala pendataan di Dapodik sehingga kariernya sulit berkembang.
  • Akses informasi kepada guru honorer sangat sulit sehingga, banyak guru honorer akhirnya terpinggirkan dan tidak terdata dengan baik.
  • Untuk bertahan hidup, Intan tak bisa menggantungkan diri pada profesi guru. Ia mencari uang tambahan dengan menjadi pengantar jemput jasa cucian.
Jakarta: Guru honorer SDN Wanasari 01, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Intan Permatasari, menceritakan kisah pilunya sebagai honorer dalam audiensi di Badan Legislasi Nasional DPR RI. Ia mengungkap betapa sulitnya hidup sebagai guru honorer.
 
Ia merupakan salah satu guru yang terkendala pendataan di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sehingga, kariernya sebagai guru tak berkembang.
 
"Padahal saya sudah memenuhi masa kerja. Tapi sulitnya untuk masuk ke data pendidikan atau Dapodik itu sulitnya luar biasa," kata Intan dalam Audiensi di Baleg DPR RI dalam tayangan di YouTube TVR Parlemen, Rabu, 4 Februari 2026.

Dia menyebut meski sudah memenuhi syarat, akses informasi kepada para guru honorer sangat sulit. Sehingga, banyak guru honorer akhirnya terpinggirkan dan tidak terdata dengan baik.
 
Intan mencontohkan saat ada rekrutmen guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), namanya tidak masuk dalam Dapodik. Akhirnya, tertinggal dan tidak mendapatkan kesempatan.
 
"Terbanyang bayak akan dirumahkan (karena tidak memiliki status yang jelas)," tutur dia.
 
Nahas, untuk bertahan hidup Intan tak bisa menggantungkan diri pada profesi guru.. Ia harus mencari uang tambahan dengan menjadi pengantar jemput jasa cucian atau loundry.
 
"Pulang mengajar jadi antar jemput laundry, Pak," cerita Intan sambil menyeka air matanya.
 
Ia berharap guru honorer lebih diperhatikan. Setidaknya, bisa masuk Dapodik sehingga bisa ikut ujian seleksi PPPK.
 
"Harapan saya dan teman-teman seperti tenaga pendidik dan guru yang lain itu bisa ikut PPPK penuh waktu, itu aja," harap Intan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan