Apakah benar mi instan ini berbahaya bila dikonsumsi oleh orang tua? Prof. dr. Ari Fahrial Syam menjawabnya. (Foto: Pexels.com)
Apakah benar mi instan ini berbahaya bila dikonsumsi oleh orang tua? Prof. dr. Ari Fahrial Syam menjawabnya. (Foto: Pexels.com)

Apakah Berbahaya Bila Orang Tua Sering Makan Mi Instan?

Rona kesehatan
Kumara Anggita • 05 Juli 2020 12:00
Jakarta: Mi instan adalah makanan yang sering kena hujat. Ketika penyakit muncul, mi instan sering langsung disalahkan. Hal ini membuat orang jadi takut untuk mengonsumsinya dan sebisa mungkin menghindari, terkhusus untuk mereka para orang tua yang tubuhnya lebih rentan.
 
Namun apakah benar mi instan ini berbahaya bila dikonsumsi oleh orang tua? Prof. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP merupakan seorang dokter spesialis penyakit dalam-Gastroenterologi-Hepatologi menjelaskan bahwa Anda harus melihat informasi nilai gizi yang tertera pada bungkus produk. 
 
Kata Prof. Ari dari sana terlihat apakah ada bahan-bahan tertentu yang berbahaya untuk penyakit yang seseorang miliki. Dalam satu bungkus mi instan, tertera bahwa ada natrium yang cukup tinggi. Natrium yang tinggi tentunya tidak baik untuk orang yang memiliki hipertensi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Biasanya kalau pasien-pasien, orang tua di atas 60 tahun cenderung punya tekanan darah tinggi. Nilai natrium ini dalam satu bungkus ini cukup tinggi sampai 1 gram. Sementara kebutuhan kita sehari-hari hanyalah 1,5 gram. Jadi 70 persen kebutuhan kita sudah terpenuhi,” jelasnya dalam Instagram Live dengan tema Apa Kata Dokter: Berbagai Pertanyaan Seputar Konsumsi Mie Instan.
 
Oleh karena itu, Prof. Ari tidak menganjurkan mi instan dikonsumsi sering-sering oleh para orang tua. “Apalagi sudah makan mi ini tambah lagi telur asin. Ini buat orang tua tidak dianjurkan untuk makan sebungkus mi instan apalagi kalau punya hipertensi. Ini karena tekanan darahnya bisa naik dalam waktu cepat,” ungkapnya.
 
Bila orang tua tetap ingin mencicipi kenikmatan mi instan, Prof. Ari menganjurkan agar tidak mengonsumsinya satu bungkus atau bisa juga bumbunya dikurangi saja.
 
“Jadi kita lihat dulu orang tua punya hipertensi atau tidak, Kalau pun ingin makan ini untuk kangen-kangenan. Bumbunya kalau perlu 1/3-1/2 saja jangan satu bungkus. Kalau perlu diencerin lagi sehingga kandungan natrium itu berkurang,” jelasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif