Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Apakah Vape Efektif Menghentikan Kebiasaan Merokok Tembakau?

Rona rokok elektrik
Dhaifurrakhman Abas • 18 Juli 2019 12:02
Pengguna rokok elektrik atau vape dianggap mampu membuat orang berhenti merokok tembakau. Akan tetapi, banyak pula mantan perokok yang kembali merokok karena menggunakan vape.
 

Jakarta: Pengguna rokok elektrik atau vape cenderung berhenti dari kebiasaan merokok. Hal itu diungkapkan sebuah studi dari France's Pierre Louis Institute of Epidemiology and Public Health.
 
"Studi ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa bahkan perokok dapat berhasil menghentikan merokok dengan bantuan rokok elektronik,” kata penulis studi, Ramchandar Gomajee, seperti dikutip CNN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gomajee mengatakan, vape efektif menggantikan kebutuhan seseorang terhadap rokok tembakau. Akan tetapi, banyak pula mantan perokok yang kembali merokok karena menggunakan vape.
 
“Untuk itu mereka masih perlu dipantau oleh dokter dan profesional kesehatan untuk mencegah kekambuhan dalam jangka panjang," ujarnya.
 
Dalam studi itu, Gomajee melakukan survei terhadap lebih dari lima ribu penduduk Prancis yang sudah merokok rata-rata selama dua tahun. Hasilnya vape berhasil bikin seseorang berhenti merokok apabila bukan pecandu rokok berat.
 
Kemudian Gomajee juga mengamati lebih dari dua ribu mantan perokok tembakau yang mulai aktif menggunakan vape. Ketika menggunakan vape, mantan perokok ini cenderung kembali menjadi perokok tembakau aktif.
 
"Jadi, sementara penggunaan rokok elektronik atau vape dapat membantu orang mengurangi tingkat merokok dalam jangka pendek," ungkap Gomajee.
 
Selain efek candu, Gomajee menduga risiko kambuh menghilang karena peningkatan teknologi rokok elektronik. Dia bilang, rokok elektronik teranyar memiliki tingkat nikotin tinggi serupa rokok tembakau. Sehingga rokok elektrik bisa mengganti kebiasaan rokok tembakau.
 
"Dibandingkan dengan model lama [e-rokok], generasi baru memberikan tingkat nikotin yang lebih tinggi ke aliran darah,” ungkapnya.
 
Sayangnya, nikotin yang tinggi pada rokok elektronik ini jadi boomerang bagi mantan perokok tembakau. Nikotin tinggi pada rokok elektrik membuat mereka kembali mencicipi rokok tembakau.
 
“Ini mungkin juga menjelaskan mengapa orang yang baru-baru ini berhenti merokok dan beralih ke rokok elektronik cenderung kambuh dibandingkan mereka yang berhenti lebih awal,” unkap dia.
 
Namun pandangan berbeda diungkapkan Gregory Conley. Presiden American Vaping Association itu mengatakan, seseorang kembali merokok tembakau bukan dipengaruhi jenis rokok elektrik yang ada.
 
Hanya saja dahulu rokok elektrik harganya mahal. Jadi saat itu, rokok elektrik hanya dikonsumsi orang-orang yang berdedikasi sekali untuk berhenti merokok. Sementara saat ini, rokok elektrik tidak sepenuhnya digunakan untuk berhenti merokok tembakau.
 
“Memang perangkat yang digunakan bertahun-tahun sebelumnya tidak memiliki kemiripan dengan teknologi saat ini. Tapi menggunakan data kuno tidak terlalu membantu untuk memahami apakah produk vaping dapat membantu perokok berhenti hari ini,” tandasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif