Ilustrasi/Medcom
Ilustrasi/Medcom

Resmi! SNBP 2026 di Unpad Gak Pake Nilai TKA, Fokus pada 2 Nilai Ini

Citra Larasati • 11 Januari 2026 11:31
Jakarta: Universitas Padjadjaran (Unpad) menegaskan tidak menggunakan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai dasar penilaian Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Unpad menempatkan nilai rapor dan prestasi akademik sebagai dasar utama penilaian calon mahasiswa jalur prestasi tersebut.
 
Meski begitu, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) hanya digunakan sebagai pertimbangan tambahan jika diperlukan. “Tahun ini mungkin Unpad tidak akan menggunakan TKA, insya Allah kami tidak menggunakan nilai itu. Kami menggunakan nilai rapor sebagai patokan utama. TKA mungkin hanya sebagai pembanding saja kalau memang diperlukan, jadi tidak digunakan,” jelas Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita dalam kegiatan “Ayo Kenal Unpad, Open Campus 2026” dikutip Minggu, 11 Januari 2026.
 
Arief menambahkan, Unpad menyediakan berbagai program beasiswa bagi calon mahasiswa yang membutuhkan, baik yang bersumber dari pemerintah maupun beasiswa yang disediakan secara mandiri oleh Unpad, serta berbagai skema beasiswa lainnya. Program beasiswa ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Terkait biaya pendidikan, Unpad memastikan bahwa biaya kuliah yang ditetapkan tergolong terjangkau. Unpad berkomitmen untuk tidak menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) setidaknya hingga tahun 2029, sehingga besaran UKT akan tetap dan tidak mengalami kenaikan dalam beberapa tahun ke depan.
 
"Jadi tidak usah khawatir. Ini adalah sekolah negeri yang dibangun dan dijalankan dengan uang pajak masyarakat. Tentu kami akan berusaha untuk sedemikian rupa, bagaimana caranya agar pendidikan Unpad tetap berkualitas,” ujar Arief.
 
Kepala Kantor Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP), Anas menegaskan bahwa SNBP tidak bergantung pada nilai TKA. Penilaian utama dalam SNBP didasarkan pada konsistensi prestasi belajar siswa di sekolah sejak semester awal hingga kelas akhir, sementara TKA hanya berfungsi untuk memastikan penilaian berlangsung secara wajar dan adil tanpa menjadi penentu kelulusan.
 
"Kebijakan tersebut wajib dipahami benar karena berbeda tiap universitas. Kemudian kenali materi seleksi dan atur strateginya,” ujar Anas.
 
Anas, menjelaskan, secara nasional terdapat dua jalur seleksi utama, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), yang diikuti oleh seluruh perguruan tinggi negeri. Selain itu, Unpad juga membuka Seleksi Mandiri melalui Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) dengan beberapa skema pilihan.
 
“Terdapat empat jalur utama dalam SMUP Mandiri, yaitu prestasi akademik, minat dan bakat, kelas internasional (IUP), dan kemitraan strategis,” jelas Anas.

Seleksi Mandiri Unpa

Seleksi Mandiri Prestasi Akademik dapat ditempuh melalui dua skema, yakni menggunakan nilai UTBK atau ujian SMUP, sementara Seleksi Minat dan Bakat ditujukan bagi calon mahasiswa berprestasi non-akademik di bidang seni, olahraga, karya ilmiah, maupun olimpiade. Sedangkan, Seleksi Kelas Internasional atau International Undergraduate Program (IUP) menggunakan nilai rapor dan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan jadwal penerimaan tersendiri.
 
Adapun Seleksi Kemitraan Strategis memiliki mekanisme seleksi yang serupa dengan Seleksi Mandiri Prestasi Akademik. Melalui berbagai jalur seleksi yang tersedia, Unpad berharap calon mahasiswa dapat memilih jalur masuk yang sesuai dengan potensi dan minat masing-masing.
 
Unpad juga mengimbau calon mahasiswa dan orang tua untuk memahami mekanisme seleksi secara menyeluruh agar dapat menyusun strategi pendaftaran yang tepat. Informasi lengkap mengenai SMUP dapat diakses melalui laman resmi smup.unpad.ac.id.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan