Simpel masker berfungsi untuk menyaring partikel yang lebih besar. (Foto Ilustrasi: FB Anggoro/Antara)
Simpel masker berfungsi untuk menyaring partikel yang lebih besar. (Foto Ilustrasi: FB Anggoro/Antara)

Tips Memilih Masker yang Tepat untuk Mengatasi Polusi Udara

Rona polusi udara tips kesehatan
Raka Lestari • 06 Agustus 2019 15:00
Jakarta: Menggunakan masker atau respirator sangat penting, terutama saat udara dan polusi sedang tidak bersahabat. Namun Anda juga harus bisa memperhatikan memilih masker atau respirator yang tepat.
 
Hal tersebut penting dilakukan agar masker atau respirator yang digunakan, dapat menyaring udara atau polusi yang tidak baik secara optimal. Dr.dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – RSUP Persahabatan mengatakan, secara garis besar masker atau respirator ada dua jenis, yaitu simpel masker dan respirator.
 
"Simpel masker itu yang banyak dijual dan warnanya bermacam-macam. Itu fungsinya untuk menyaring partikel yang lebih besar," ujar Dr.dr Agus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, simpel masker itu lebih sering juga digunakan untuk masker bedah. Fungsinya dipakai oleh orang yang terkena infeksi agar tidak mendistribusikan kuman ke orang lain.
 

"Sebaiknya saat menggunakan masker tidak dibolak balik. Gunakan bagian atas yang memiliki penyangga pada hidung," terang Dr.dr Agus.
 
Selain itu, dalam menggunakan masker sebaiknya tidak dicuci atau hanya digunakan sekali pakai. Sebab jika dicuci pori-porinya akan melebar, sehingga kemampuan menyaring udara atau partikel akan menurun. Sebaiknya sekitar enam sampai delapan jam sudah diganti.
 
Meski memang, menurut Dr.dr. Agus, dibandingkan simpel masker lebih optimal menggunakan respirator. Sebab alat ini memiliki tingkat filterasi sampai 95 persen. Namun, simpel masker pun masih bisa digunakan jika memang tidak ada respirator.
 
“Simpel masker pada dasarnya dapat digunakan untuk menyaring partikel yang cukup besar, yaitu yang berukuran 10 mikro. Meskipun memang menurut penelitian, simpel masker hanya bisa memiliki tingkat efektivitas sekitar 30-40 persen masih lebih baik dibandingkan tidak menggunakan masker sama sekali saat udara sedang buruk," ujar Dr.dr Agus.
 
Kualitas udara dikatakan sehat jika masuk dalam kategori 0-50. Sedangkan skala 51-100 masuk dalam kategori sedang. Skala 100-150 termasuk dalam kategori sensitif untuk kelompok tertentu seperti ibu hamil dan anak-anak. Skala 150 ke atas masuk dalam kategori tidak sehat untuk kategori umum. Skala di atas 200 masuk dalan kategori buruk.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif