SEA Esports Nations Cup menandai babak baru dalam perkembangan esports regional. Lewat hubungan solid antarnegara, turnamen ini menjadi jembatan kolaborasi nyata dalam membangun sistem bersama, menyatukan visi, dan menciptakan standar baru pertandingan di kawasan.
Inisiatif ini diharapkan mampu menggerakkan seluruh potensi lokal antarnegara menuju ruang kompetisi regional yang lebih kompetitif, serta menjadi fondasi bagi pengembangan jangka panjang esports di Asia Tenggara.
Pengembangan dan implementasi SEA Esports Nations Cup didorong oleh kontribusi aktif dari Federasi Nasional di seluruh wilayah. Mulai dari membentuk struktur kompetisi dan mengusulkan konten hingga mengoordinasikan operasional dan keterlibatan komunitas. Keterlibatan kolektif ini mencerminkan kerja sama yang semakin erat di antara negara-negara Asia Tenggara dalam membangun ekosistem esports yang terpadu dan berkelanjutan.
Dalam edisi perdananya, SEA Esports Nation Cup akan mempertandingkan lima gim utama dengan total sembilan nomor pertandingan, yaitu PUBG Mobile, Teamfight Tactics, Crossfire Legends, Total Football, dan Audition.
Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) melalui Badan Tim Nasional (BTN) Esports telah melakukan proses entry by number dengan mendaftarkan Timnas Esports Indonesia pada nomor gim Crossfire Legends (CFL), PUBG Mobile (PUBGM), Teamfight Tactics, dan Audition untuk kategori Men, Women, dan Mix.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Esports, Brigadir Jenderal Polisi Wisnu Budiady, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa, “Keikutsertaan Timnas Esports Indonesia dalam SEA Esports Nation Cup 2026 menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi kompetisi regional yang semakin kompetitif, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem Esports Asia Tenggara yang terus berkembang.”
Menurutnya, SEA Esports Nations Cup dirancang sebagai sistem kompetisi berjenjang yang terhubung dengan ajang multievent seperti SEA Games dan Asian Games. Hal ini sekaligus mendorong penerapan standar tata kelola olahraga modern dalam ekosistem esports kawasan.
Lebih lanjut, Wisnu menilai ajang ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat peran strategis di tingkat regional sekaligus mendorong pembinaan prestasi jangka panjang melalui sistem kompetisi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News