Langkah strategis ini menandai babak baru dalam perjalanan Meta menuju personal superintelligence, yaitu asisten digital yang mampu memahami konteks kehidupan pengguna secara mendalam.
Muse Spark hadir dengan kemampuan multimodal yang revolusioner. Berbeda dengan model sebelumnya, asisten yang didukung Muse Spark kini dapat melihat dunia melalui foto atau kamera pengguna.
Sebagai contoh, pengguna cukup memotret makanan di bandara, dan Meta AI akan langsung mengidentifikasi kandungan protein atau memperkirakan total kalori tanpa perlu membaca label satu per satu. Kemampuan ini juga akan diintegrasikan ke dalam kacamata AI Meta untuk memberikan pemahaman dunia nyata secara real-time.
Untuk menangani tugas yang kompleks, Muse Spark memperkenalkan sistem subagents yang bekerja secara paralel. Saat pengguna merencanakan liburan, Meta AI dapat membagi tugas kepada tiga agen sekaligus: satu agen menyusun rencana perjalanan, agen kedua membandingkan destinasi, dan agen ketiga mencari aktivitas ramah anak. Hal ini membuat pemberian solusi menjadi jauh lebih cepat dan akurat dibandingkan sistem konvensional.
Model ini dirancang untuk memperkaya pengalaman di Instagram, Facebook, Threads, dan WhatsApp. Fitur baru seperti mode belanja kini dapat memberikan rekomendasi outfit atau dekorasi interior berdasarkan inspirasi dari kreator dan komunitas yang diikuti pengguna.
Selain itu, Meta AI kini mampu menampilkan konteks lokal yang kaya, memungkinkan pengguna melihat unggahan dari warga setempat saat mencari tren di lokasi tertentu.
Baru mulai diluncurkan di Amerika Serikat, Meta berencana membawa kemampuan Muse Spark ke lebih banyak negara dalam beberapa pekan ke depan. Bersamaan dengan kecanggihan ini, Meta tetap memprioritaskan keamanan dengan memperkuat kerangka risiko dan perlindungan privasi guna memastikan teknologi ini tetap berfokus pada manfaat bagi manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News