Padahal, bayi yang sesekali mendengkur itu normal. Terkadang, faktor cuaca juga dapat mempengaruhi intensitas bayi dalam mendengkur. Namun, menurut dokter spesialis anak, Dr Parineeta Tiwari, sebagian besar bayi yang mendengkur karena hidung mereka tersumbat sehingga membuatnya kesulitan bernapas.
Saluran udara pernapasan yang sangat kecil dan terisi dengan cairan juga salah satu faktor mengapa bayi tidur mendengkur.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Saluran pernapasan bayi kecil sehingga membuat udara bertabrakan dengan sekresi dan menimbulkan suara dengkuran. Tapi, dalam kebanyakan kasus, seiring bertumbuhnya usia si anak, kondisi ini akan teratasi," ujar Dr Parineeta.
Akan tetapi, Anda perlu waspada karena suara dengkuran bisa menjadi sinyal masalah kesehatan yang menunjukkan bahwa saluran udara memiliki penghalang. Ketika ini terjadi, mungkin bayi Anda kesulitan bernapas dan harus segera diperiksakan ke dokter.
Di sisi lain, beberapa bayi yang mendengkur bukan karena obstruksi saluran udara, tetapi karena dingin, alergi atau peningkatan ukuran kelenjar gondok (tonsil).
Bila mendengkur terjadi pada anak-anak berusia 3-10 tahun, menurut Dr. Bijal Srivastava, bisa dikaitkan dengan beberapa masalah kesehatan seperti infeksi pernapasan, alergi rhinitis, hipertrofi adenoidal dan polip hidung.
Oleh karena itu, Dr. Bijal memberikan beberapa tips mengatasi masalah si kecil yang mendengkur.
1. Gunakan humidifier (pelembap ruangan) untuk memudahkan bayi bernapas
2. Bersihkan hidung bayi Anda
3. Ciptakan ruangan bebas debu
4. Ganti posisi tidur bayi agar lebih nyaman
5. Segera obati masalah alerginya (jika ada)
(Sumarni/ Idiva)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(LOV)
