FAMILY

Santai Aja Cara 'Jinakkan' Kebiasaan Gigit Balita yang Bikin Bunda Enggak Pusing

Yatin Suleha
Rabu 08 April 2026 / 07:05
Ringkasnya gini..
  • Menghadapi si kecil yang tiba-tiba suka menggigit memang sering bikin panik, apalagi kalau kejadiannya pas lagi main bareng teman sebayanya.
  • Rasanya pasti campur aduk antara malu dan khawatir, kan?
  • Tapi tenang saja, fase ini sebenarnya wajar banget kok di usia dini.
Jakarta: Menghadapi si kecil yang tiba-tiba suka menggigit memang sering bikin panik, apalagi kalau kejadiannya pas lagi main bareng teman sebayanya. Rasanya pasti campur aduk antara malu dan khawatir, kan? 

Tapi tenang saja, fase ini sebenarnya wajar banget kok di usia dini. Anak-anak biasanya melakukan itu karena mereka masih belajar caranya mengelola emosi dan berkomunikasi dengan benar.

Di tahap ini, menggigit sering kali jadi cara instan mereka buat mengekspresikan rasa marah, frustrasi, atau bahkan cuma karena rasa penasaran saja. 

Jadi, kunci utamanya bukan cuma melarang, tapi juga membantu si kecil paham gimana cara menyampaikan perasaan yang lebih tepat tanpa harus menyakiti orang lain. Dilansir dari Parents, berikut adalah 10 strategi, yang bisa membantu menghentikan kebiasaan menggigit pada balita.
   

1. Tanggapi dengan cepat dan tegas



(Pastikan anak tidak mendapatkan apa yang diinginkan melalui perilaku agresif. Dorong anak untuk mengekspresikan perasaan secara verbal. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Segera beri respons saat anak mulai menggigit. Gunakan kata-kata sederhana dengan nada tegas namun tetap tenang. Katakan, “Jangan menggigit!” lalu alihkan perhatian ke aktivitas lain yang lebih aman. Meskipun belum sepenuhnya memahami arti kata-kata tersebut, anak akan belajar dari ekspresi wajah dan nada suara.
 

2. Ajarkan cara berkomunikasi dengan kata-kata


Dorong anak untuk mengekspresikan perasaan secara verbal. “Beri tahu anak bahwa ketika mereka marah atau kesal, ada alternatif selain menggigit. Mereka bisa mengatakan, ‘Aku tidak mau’ atau meminta bantuan kamu untuk menyampaikan pesan mereka,” kata Dr. Stahmer.
 

3. Validasi perasaan anak


Tunjukkan bahwa perasaan mereka dipahami. Ucapkan kalimat seperti, “Aku tahu rasanya sangat menyakitkan, ketika seseorang mengambil mainanmu!” dan berikan pelukan, agar anak merasa lebih tenang.
 

4. Kenali dan hindari pemicu


Perhatikan situasi yang sering memicu perilaku menggigit. Misalnya, jika anak mudah kesal saat mainannya direbut, menyediakan mainan serupa bisa membantu. Jika kelelahan menjadi pemicu, beri waktu istirahat sebelum anak terlalu lelah.
 

5. Jangan biarkan anak “menang” dengan menggigit


Pastikan anak tidak mendapatkan apa yang diinginkan melalui perilaku agresif. Jika menggigit berhasil membuat mereka mendapatkan mainan, kebiasaan ini akan terus berulang.
 

6. Fokus pada korban, bukan pelaku


Berikan perhatian lebih kepada anak yang digigit untuk menunjukkan empati. Hal ini juga mengajarkan bahwa perhatian tidak didapat dari perilaku negatif. Berikan pujian saat anak berperilaku baik, misalnya, “Kamu memberi giliran pada temanmu. Bagus sekali!”
 

7. Awasi dengan lebih cermat


Anak yang memiliki kebiasaan menggigit perlu pengawasan ekstra, terutama saat bermain dengan teman. Mengantisipasi situasi sebelum terjadi gigitan bisa sangat membantu, termasuk menghindari mainan yang sering memicu konflik.
 

8. Sediakan alternatif untuk menggigit


Berikan benda aman,seperti kain lap atau teether sebagai pengganti saat anak merasa ingin menggigit. Dengan arahan yang lembut, anak bisa belajar menyalurkan dorongan tersebut dengan cara yang lebih aman.
   

9. Berikan perhatian lebih di masa sulit


Perubahan besar seperti pindah rumah, disapih, atau kehadiran adik baru bisa membuat anak merasa tidak nyaman. “Terkadang, sedikit perhatian khusus dari Ibu atau Ayah sudah cukup untuk mencegah kebiasaan menggigit sejak dini.”
 

10. Jadilah contoh yang baik


Anak belajar dari apa yang dilihat. Hindari bercanda dengan menggigit, karena bisa membuat anak bingung dan meniru perilaku tersebut dalam situasi lain.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH