FAMILY

Parents Wajib Tahu! Paparan Mikroplastik Bisa Pengaruhi IQ Anak

A. Firdaus
Selasa 07 April 2026 / 14:15
Ringkasnya gini..
  • Anak-anak menjadi kelompok yang lebih rentan terhadap paparan mikroplastik.
  • Paparan timbal juga kerap ditemukan dari cat yang mengelupas.
  • Paparan mikroplastik dan logam berat diketahui dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa anak-anak menjadi kelompok yang lebih rentan terhadap paparan mikroplastik dan logam berat, seperti timbal dari lingkungan sekitar.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, Irene Yuniar, menjelaskan bahwa paparan tersebut bisa berasal dari berbagai sumber. Mulai dari air, udara, hingga tanah di sekitar anak.

Menurutnya, kondisi fisik dan perilaku anak menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko tersebut. Anak-anak masih dalam tahap tumbuh kembang, memiliki berat badan lebih kecil, serta cenderung sering memasukkan benda ke dalam mulut.
 
“Anak-anak itu masih berkembang, berat badannya lebih kecil, dan sering memasukkan macam-macam ke mulut,” ujar dr. Irene.

Ia menambahkan, paparan timbal juga kerap ditemukan dari cat yang mengelupas, tanah, serta lingkungan bermain anak. Hal ini membuat aktivitas sehari-hari anak, termasuk saat bermain, berpotensi menjadi sumber paparan zat berbahaya.

Tak hanya itu, kemampuan tubuh anak dalam menetralisir zat berbahaya juga belum optimal. Sistem detoksifikasi pada anak belum sekuat orang dewasa, sehingga dampak paparan bisa lebih serius.

Paparan mikroplastik dan logam berat diketahui dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan saraf, anemia, keterlambatan pertumbuhan, hingga gangguan ginjal.

Dalam jangka panjang, dampaknya juga bisa memengaruhi kemampuan kognitif anak. Anak berisiko mengalami penurunan konsentrasi, gangguan belajar, bahkan penurunan IQ.

Melihat risiko tersebut, orang tua diimbau untuk lebih waspada terhadap lingkungan anak, termasuk memastikan kebersihan area bermain dan kualitas air yang dikonsumsi sehari-hari. Pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk melindungi tumbuh kembang anak secara optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH