Prof. Wiku Adisasmito, Ketua Tim Pakar Gugas Penanganan CovidCairan disinfektan tidak dianjurkan dilakukan secara berlebihan seperti fogging. Berikut selengkapnya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Prof. Wiku Adisasmito, Ketua Tim Pakar Gugas Penanganan CovidCairan disinfektan tidak dianjurkan dilakukan secara berlebihan seperti fogging. Berikut selengkapnya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Penggunaan Cairan Disinfektan Tidak Boleh Berlebihan

Rona Virus Korona virus corona covid-19 disinfektan
Raka Lestari • 30 Maret 2020 11:36
Jakarta: Penggunaan cairan disinfektan dalam membunuh virus atau mikroorganisme sebaiknya hanya digunakan di permukaan benda-benda.
 
Dan saat ini, sudah banyak informasi yang beredar dalam pembuatan cairan disinfektan di rumah. Namun tetap perlu diperhatikan keamanannya dalam penggunaan sehari-hari. 
 
“Cairan disinfektan bisa membersihkan virus pada permukaan benda-benda dan pada tubuh atau baju. Dan tidak akan melindungi Anda dari virus jika melakukan kontak erat dengan orang sakit,” ujar Prof Wiku Adisasmito, Ketua Tim Pakar Gugas Penanganan Covid-19, dalam Konferensi Pers di Kantor Graha BNPB, Jakarta, Senin 30 Maret 2020. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menegaskan bahwa cairan disinfektan ini hanya bersifat sementara. 
 
“Disinfektan ini senyawa kimia yang digunakan untuk proses dekontaminasi yang membunuh mikroorganisme virus bakteri pada obyek permukaan benda mati, permukaan lantai, permukaan lain yang sering disentuh, peralatan medis, dan lainnya,” ujar Prof Wiku.
 
“Dalam rangka pencegahan covid-19, penggunaan caian disinfektan di area publik, transportasi, pasar, tempat ibadah, sekolah, rumah makan, perlu memerhatikan komposisi dan jenis bahan disinfektan," jelas Prof Wiku.
 
"Dan tidak dianjurkan dilakukan secara berlebihan seperti fogging karena dapat menimbulkan iritasi kulit bahkan mengganggu pernapasan,” tambah profesor lagi.
 
Ia juga menyarankan agar penggunaan cairan disinfektan dilakukan secara spesifik pada lokasi dan benda-benda yaitu lantai, kursi, meja, gagang pintu, tombil lift, handle escalator, mesin ATM, etalase, wastafel, dan benda-benda lainnya. 
 
“Setelah menyemprotkan permukaan benda, sebaiknya satu menit dilakukan pengelapan permukaan menggunakan sarung tangan,” ujar Prof Wiku.
 
“Penggunaan disinfektan dengan ruang chamber atau penyemprotan secara langsung ke tubuh manusia tidak direkomendasikan karena berbahaya bagi kulit, mulut, dan mata bisa menimbulkan iritasi,” ujar Prof Wiku. 
 
“Penggunaan UV light dalam konsentrasi yang berlebihan juga mempunyai potensi jangka panjang menimbulkan kanker kulit.”
 
Untuk mengganti metode penyemprotan secara langsung ke tubuh manusia atau dengan menggunakan UV light, Prof WIku menyarankan untuk menggantinya dengan selalu mencuci tangan dan hindari menyentuh area wajah dan langsung segera mandi ketika langsung sampai rumah. 
“Juga dengan mencuci pakaian dengan sabun dan menyetrika lalu diberikan cairan disinfektan, hipoklorit, saat disetrika,” pungkasnya.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif