"Mengingat rezim korup Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apapun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," tegas Donyamali dalam wawancara dengan televisi negara, Rabu 11 Maret waktu setempat.
Ia menambahkan bahwa faktor keamanan atlet menjadi alasan fundamental di balik pengunduran diri ini, mengingat konflik bersenjata di wilayah Teluk terus memanas.
"Anak-anak kami tidak aman, dan secara fundamental, kondisi untuk berpartisipasi tidak ada. Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memaksa dua perang terhadap kami dalam delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta mengorbankan ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran semacam itu," sambung Donyamali dikutip melalui Al Jazeera.
Respons Terhadap Pernyataan Donald Trump
Pernyataan keras Donyamali muncul tak lama setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengklaim bahwa Donald Trump memberikan lampu hijau bagi Iran untuk berlaga di Amerika Serikat. Melalui unggahan di media sosial Instagram, Infantino menyebut bahwa dalam pertemuannya dengan Trump untuk membahas persiapan kompetisi, pihak Amerika Serikat menegaskan tim Iran tetap dipersilakan hadir meskipun ketegangan diplomatik berada di titik nadir.Namun, sikap Donald Trump dinilai kontradiktif. Pekan lalu, sang presiden menyatakan tidak peduli atas partisipasi Iran dalam turnamen yang juga diselenggarakan bersama Kanada dan Meksiko tersebut. Donyamali menilai tindakan militer Amerika Serikat yang memicu dua perang dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir telah menutup ruang diplomasi melalui jalur olahraga.
Ancaman Sanksi dan Status Tuan Rumah
Kepala Operasional Piala Dunia FIFA, Heimo Schirgi menegaskan bahwa turnamen sepak bola terbesar di dunia ini terlalu besar untuk ditunda akibat gejolak global. FIFA berharap seluruh tim yang lolos kualifikasi tetap bertanding sesuai jadwal. Iran sendiri sedianya dijadwalkan menghadapi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir di wilayah California serta Seattle.Situasi ini menempatkan FIFA dalam posisi sulit. Jika Amerika Serikat secara sepihak menolak kedatangan tim Iran, FIFA berisiko mencabut status tuan rumah mereka, serupa dengan kasus Indonesia yang kehilangan hak tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023 akibat menolak tim Israel.
Hingga saat ini, badan sepak bola dunia tersebut masih berupaya menjaga integritas turnamen di tengah eskalasi perang di Timur Tengah. (Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News