Ini karena protein dicerna leih lambat daripada karbohidrat sehingga membantu Anda merasa tetap kenyang setelah makan. Tetapi, satu kelemahan protein tinggi adalah ini bisa memicu sembelit.
Jika Anda merasa buang air besar tidak lancar, ini bukan berarti karena protein tapi karena kekurangan serat.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Orang yang tidak mengonsumsi serat pada makanan berprotein tinggi karena mereka lebih fokus pada mengonsumsi protein hewani yang sama sekali tidak memiliki serat.
Serat, yang banyak ditemukan pada buah-buahan, sayuran dan biji-bijian, menambah jumlah besar pada kotoran Anda, menarik air dan limbah melalui saluran pencernaan Anda.
(Baca juga: Seberapa Banyak Harus Makan Buah dan Sayur?)
Pada gilirannya, ini membantu memastikan makanan Anda bergerak lebih efisien dan kondisi ini membuat Anda merasa nyaman, mengurangi kembung, dan menghilangkan potensi iritasi di saluran cerna.
Pastikan Anda mengonsumsi makanan berserat tinggi secara reguler dan makan protein nabati seperti kacang, buncis, edamamae, kacang hitam dan merah. Dengan mengonsumsi protein nabati, Anda bisa tetap mendapatkan protein tinggi sekaligus serat.
Sayuran berdaun gelap seperti bayam, kangkung, zucchini, mentimun, tomat, paprika hijau dan brokoli juga asparagus sangat baik karena mengandung air tinggi serta kaya protein.
Biji dan kacang-kacangan seperti chia seeds, flax seeds, kacang tanah, almond dan kenari adalah pilihan cerdas lainnya karena mereka menawarkan serat dan protein dosis tinggi dengan sedikit kandungan karbohidrat.

Agar tidak mengalami sembelit, usahakan konsumsi sekitar 25 gram serat per hari. Idealnya, isi setengah dari piring Anda dengan sayuran, seperempat dengan protein hewani dan seperempat dengan biji-bijian protein tinggi atau kacang-kacangan.
Tak lupa, pastikan untuk menambah cairan dengan minum banyak air putih dan buah yang mengandung banyak air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
