Skor saat waktu normal adalah 3-3 sehingga laga berlanjut ke tambahan waktu 2x5 menit. SXxkuxatx lagi dan menghentikan perlawanan Jepang, salah satu raksasa Asia. Indonesia melaju ke final untuk kali pertama dan sejarah pun tercipta.
Melalui Israr Megantara, Garuda mendapatkan kans lebih dulu menit ke-3 namun belum menemui sasaran. Disusul upaya Firman Adriansyah yang juga masih menyamping menit ke-4. Baca juga AFC Futsal 2026: Samuel Eko Bawa Indonesia Unggul atas Jepang di Babak 1
Jepang berusaha bangkit lewat beberapa kali upaya Yamanaka, namun masih belum menyulitkan gawang Ahmad Habibie. Pun dengan upaya tendangan Shimizu mengancam masih bisa ditepis Habiebie.
Yogi Saputra usai menuntaskan suatu peluang mengalami sedikit masalah dengan lututnya, namun masih bisa bermain usai perawatan.
Samuel Eko akhirnya membuat seisi Indonesia Arena bergemuruh dengan golnya menit ke-12. Tendangannya terdefleksi dan masuk ke gawang Jepang yang dijaga Tabuchi.
Skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Indonesia hingga turun minum. Indonesia unggul sementara atas salah satu tim raksasa Asia lewat gol Samuel Eko.
M Iqbal mengancam saat babak kedua dimulai. Sayang, upayanya masih digagalkan kiper Jepang. Setelahnya Jepang terus mengurung pertahanan Garuda dan mengancam gawang Habiebie yang bermain percaya diri.
Skuat Garuda menggandakan keunggulan lewat Adriansyah Noor. Sepakan kerasnya menyentuh salah satu pemain Jepang dan masuk ke gawang sendiri. Skor 2-0 terjadi pada menit ke-23, semakin dekat sejarah tercipta.
Setelahnya Jepang berupaya mencetak gol. Namun upaya tendangan pemain Jepang masih bisa dijinakan Habiebie. Pun dengan tendangan bebas yang masih mengenai mistar.
Akhirnya Motoishi mencetak gol untuk Jepang pada menit ke-31. Tendangannya terlepas dari adangan Habiebie. Skor berubah menjadi 2-1.
Firman Adriansyah nyaris mengubah skor untuk Indonesia. Beruntung Tabuchi sukses menepis bola.
Akhirnya Kapten Jepang Shimizu akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan pada menit ke-37. Skor 2-2 tak bertahan lama. Menit ke-39, Firman Adriansyah membawa seisi Indonesia Arena bergemuruh. Lewat skema indah, Firman sukses menaklukan kiper Jepang dengan tendangan keras.
Apes, saat laga tersisa 30 detik ada handball di kotak terlarang. Tendangan keras pemain Shimizu mengenai kapten Muhammad Iqbal. Shimizu yang menjadi algojo sukses menyamakan kedudukan. Drama membuat skor menjadi imbang 3-3 dan laga berlanjut tambahan 2x5 menit.
Babak tambahan waktu pertama, Reza Gunawan membawa Indonesia kembali unggul atas Jepang. Tendangan kerasnya menjebol gawang Tabuchi saat waktu tambahan lima menit tersisa 44 detik. Laga sengit tersaji di semifinal.
Babak keduxa tambahan waktu, Dewa Rizki membawa Skuat Garuda menjauh dengan golnya pada menit ke 48. Jepang kembali mendapat penalti, namun upaya Shimizu kali ini melambung jauh. Tak ada gol tercipta disisa waktu.
Kemenangan bersejarah ditorehkan Timnas Indonesia. Lolos untuk pertama kali ke final sejak ikut serta pada 2002. Dari 11 kali partisipasi, ini menjadi pencapaian luar biasa Indonesia asuhan Hector Souto.
Di laga puncak, Indoenesia akan menghadapi Raja Asia sesunguhnya, Republik Islam Iran, yang di semifinal mengalahkan Irak dengan skor 4-2. Iran adalah raja di Asia karena sudah meraih 13 gelar juara, diikuti Jepang dengan empat gelar.
Hector Souto sukses membawa Indnoesia kembali ke partai puncak setelah sxebelumya mempersembahkan medali emas di SEA Games 2025 Thailand.
Susunan pemain kedua tim:
Indonesia: Habiebie (GK); 3-Rizki Xavier, 4-M Iqbal, 10-Firman, 5-Israr. Pelatih: Hector Souto
Jepang: 2-Tabuchi (GK); 3-Uchimura, 7-Yamanaka, 9-Motoishi, 10-Uchida. Pelatih Kensuke Takahasix.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News