Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus Wakil Ketua Siloam Heart Institute Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), dr. Antono Sutandar, Sp.JP-K (kedua dari kanan). (Foto: Istimewa)
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus Wakil Ketua Siloam Heart Institute Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), dr. Antono Sutandar, Sp.JP-K (kedua dari kanan). (Foto: Istimewa)

Gaya Hidup untuk Pasien Jantung Koroner di Tengah Pandemi Covid-19

Rona kesehatan kesehatan jantung covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 30 September 2020 14:00
Jakarta: Pasien dengan penyakit kardiovaskular bukan hanya berisiko lebih parah ketika terkena covid-19. Namun, juga berisiko dari penyakit kardiovaskular, karena mereka takut mencari perawatan ke rumah sakit meskipun perawatan intensif harus dilakukan agar tidak memburuk.
 
Pandemi covid-19 pun masih berlanjut. Sementara menunggu vaksin, masyarakat diimbau tetap berjaga jarak, menggunakan masker, serta menjalani pola hidup bersih dan sehat. 
 
Sementara itu, pada penelitian mengenai jantung di 22 negara tahun 2005, disimpulkan ada 9 faktor yang dapat menjelaskan lebih dari 90 persen kematian akibat penyakit pembuluh darah jantung. Tiga yang paling utama adalah kolesterol, rokok, dan stres psikososial. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketiga faktor ini jauh lebih besar daripada faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kegemukan, dan diabetes," ujar dr. Antono Sutandar, Sp.JP-K dalam webinar The New Paradigm of Cardiac Care During Pandemic, Siloam Heart Institute, Siloam Hospitals Kebon Jeruk.
 
Bahkan, risikonya pun lebih tinggi dari kasus kurang makan sayur, kekurangan olahraga, dan alkohol. Maka dari itu, pola hidup sehat menjadi sangat penting untuk pencegahan penyakit jantung koroner. 
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif