FITNESS & HEALTH
Mental Health Udah, Sekarang Fisik! Spill Hubungan Bergadang sama Diabetes Versi Ahli
Aulia Putriningtias
Minggu 15 Maret 2026 / 16:03
- Kualitas tidur seseorang dapat memengaruhi kesehatan.
- Tidur memainkan peran besar dalam kadar gula darah kita.
- Kondisi pradiabetes dapat menjadi tanda peringatan sebelum diabetes terjadi.
Jakarta: Kualitas tidur seseorang dapat memengaruhi kesehatan, termasuk masalah diabetes lho Sobat Medcom. Masih banyak yang merasa bergadang atau tidur di larut malam tidak memengaruhi diabetes. Padahal, ternyata ada hubungannya, loh.
Sebuah studi besar yang diterbitkan dalam Journal of Global Health menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam lebih mungkin mengalami masalah dengan kadar gula darah mereka. Kondisi pradiabetes ini dapat menjadi tanda peringatan sebelum diabetes terjadi.
Tidur memainkan peran besar dalam kadar gula darah kita. Kurang tidur bukan hanya tentang merasa lelah; hal itu juga dapat mengganggu cara tubuh kita memproses glukosa, yang memengaruhi kesehatan kita.
Menurut Dr. Sneha Kothari , Konsultan Endokrinologi di Global Hospital Mumbai dalam Healthshots, ketika kita tidak mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas, hal itu dapat mengganggu keseimbangan hormonal yang membantu mengatur kadar glukosa.
Sebuah studi yang dipaparkan oleh Dr. Kothari menganalisis data dari lebih dari 534.000 peserta dari tahun 1996 hingga 2022 untuk meneliti bagaimana pola tidur memengaruhi kadar glukosa darah.
Studi ini mengategorikan tidur menjadi tiga kelompok: kurang dari 6 jam, 6 hingga 8 jam, dan lebih dari 8 jam. Studi ini mencatat 52.208 kasus kematian dari semua penyebab di antara para peserta.
.jpg)
(Menerapkan kebiasaan tidur yang baik dapat meningkatkan kesehatan kamu secara signifikan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Temuan menunjukkan bahwa orang yang biasanya tidur kurang dari 8 jam, meskipun kadar gula darah paginya normal, memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.
"Pola tidur yang tidak teratur, terbangun di malam hari, dan kurang tidur dapat meningkatkan kadar glukosa puasa dan mengurangi sensitivitas insulin," papar Dr. Kothari.
Kurang tidur dapat meningkatkan kadar kortisol, yang sering disebut sebagai hormon stres. Kadar kortisol yang tinggi dapat memicu lonjakan gula darah, menciptakan siklus berbahaya yang merusak kesehatan metabolisme.
Menerapkan kebiasaan tidur yang baik dapat meningkatkan kesehatan kamu secara signifikan. Berikut beberapa tips praktis untuk membantu kamu, antara lain:
Pilih seprai katun yang memungkinkan kulit bernapas dan kenakan pakaian tidur yang nyaman. Pastikan kamar berventilasi baik dan mendukung tidur yang nyenyak.
Gunakan termostat atau AC untuk menjaga ruangan tetap sejuk di bulan-bulan hangat. Di bulan-bulan yang lebih dingin, buka jendela agar tetap nyaman saat tidur.
Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Ini akan membantu menjaga ritme sirkadian kamu tetap stabil.
Minumlah banyak air di siang hari. Kemudian, menjelang waktu tidur, kurangi asupan cairan secara bertahap untuk mengurangi frekuensi ke kamar mandi di malam hari.
Kafein dan alkohol dapat mengganggu tidur kamu. Untuk tidur lebih nyenyak, hindari minuman ini beberapa jam sebelum tidur.
Tetapkan rutinitas tidur yang menenangkan. Kamu bisa membaca, menulis jurnal, atau bermeditasi untuk membantu pikiran bersiap tidur.
Gunakan aplikasi atau perangkat untuk melacak pola tidur kamu. Ini dapat membantu mengidentifikasi kebiasaan atau praktik yang mungkin perlu dimodifikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Sebuah studi besar yang diterbitkan dalam Journal of Global Health menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam lebih mungkin mengalami masalah dengan kadar gula darah mereka. Kondisi pradiabetes ini dapat menjadi tanda peringatan sebelum diabetes terjadi.
Tidur memainkan peran besar dalam kadar gula darah kita. Kurang tidur bukan hanya tentang merasa lelah; hal itu juga dapat mengganggu cara tubuh kita memproses glukosa, yang memengaruhi kesehatan kita.
Menurut Dr. Sneha Kothari , Konsultan Endokrinologi di Global Hospital Mumbai dalam Healthshots, ketika kita tidak mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas, hal itu dapat mengganggu keseimbangan hormonal yang membantu mengatur kadar glukosa.
Sebuah studi yang dipaparkan oleh Dr. Kothari menganalisis data dari lebih dari 534.000 peserta dari tahun 1996 hingga 2022 untuk meneliti bagaimana pola tidur memengaruhi kadar glukosa darah.
Studi ini mengategorikan tidur menjadi tiga kelompok: kurang dari 6 jam, 6 hingga 8 jam, dan lebih dari 8 jam. Studi ini mencatat 52.208 kasus kematian dari semua penyebab di antara para peserta.
.jpg)
(Menerapkan kebiasaan tidur yang baik dapat meningkatkan kesehatan kamu secara signifikan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Temuan menunjukkan bahwa orang yang biasanya tidur kurang dari 8 jam, meskipun kadar gula darah paginya normal, memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.
"Pola tidur yang tidak teratur, terbangun di malam hari, dan kurang tidur dapat meningkatkan kadar glukosa puasa dan mengurangi sensitivitas insulin," papar Dr. Kothari.
Kurang tidur dapat meningkatkan kadar kortisol, yang sering disebut sebagai hormon stres. Kadar kortisol yang tinggi dapat memicu lonjakan gula darah, menciptakan siklus berbahaya yang merusak kesehatan metabolisme.
Bagaimana cara untuk menjaga kualitas tidur?
Menerapkan kebiasaan tidur yang baik dapat meningkatkan kesehatan kamu secara signifikan. Berikut beberapa tips praktis untuk membantu kamu, antara lain:
1. Ciptakan lingkungan tidur nyaman
Pilih seprai katun yang memungkinkan kulit bernapas dan kenakan pakaian tidur yang nyaman. Pastikan kamar berventilasi baik dan mendukung tidur yang nyenyak.
2. Jaga suhu ruangan
Gunakan termostat atau AC untuk menjaga ruangan tetap sejuk di bulan-bulan hangat. Di bulan-bulan yang lebih dingin, buka jendela agar tetap nyaman saat tidur.
3. Menetapkan jadwal konsisten
Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Ini akan membantu menjaga ritme sirkadian kamu tetap stabil.
4. Jaga tubuh terhidrasi
Minumlah banyak air di siang hari. Kemudian, menjelang waktu tidur, kurangi asupan cairan secara bertahap untuk mengurangi frekuensi ke kamar mandi di malam hari.
5. Membatasi konsumsi stimulan sebelum tidur
Kafein dan alkohol dapat mengganggu tidur kamu. Untuk tidur lebih nyenyak, hindari minuman ini beberapa jam sebelum tidur.
6. Pantau pola tidur
Tetapkan rutinitas tidur yang menenangkan. Kamu bisa membaca, menulis jurnal, atau bermeditasi untuk membantu pikiran bersiap tidur.
Gunakan aplikasi atau perangkat untuk melacak pola tidur kamu. Ini dapat membantu mengidentifikasi kebiasaan atau praktik yang mungkin perlu dimodifikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)