Menurut hasil kajian penelitian dari Universitas Shanghai Jiao Tong, Shanghai, probiotik rupanya bisa meningkatkan fungsi saraf otak yang berfungsi mengatur kecemasan. (Foto: Pexels.com)
Menurut hasil kajian penelitian dari Universitas Shanghai Jiao Tong, Shanghai, probiotik rupanya bisa meningkatkan fungsi saraf otak yang berfungsi mengatur kecemasan. (Foto: Pexels.com)

Studi: Cemas Dipengaruhi Jumlah Bakteri dalam Usus

Rona studi kesehatan
Dhaifurrakhman Abas • 10 Juni 2019 19:09
Menurut para peneliti dari Universitas Shanghai Jiao Tong, gangguan mental juga dapat diobati dengan mengatur jumlah mikrobiota di dalam usus. Dalam studi ini, tim peneliti juga menemukan bahwa kecemasan bisa dihalangi oleh satu jenis hingga setidaknya tiga jenis probiotik.
 

 
Jakarta: Bukan rahasia jika mengonsumsi probiotik dapat meningkatkan jumlah mikroorganisme baik di dalam usus. Hal ini pada akhirnya berdampak pada menguatnya sistem kekebalan tubuh dan metabolisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun ada manfaat lain dari probiotik yang mungkin jarang diketahui publik. Menurut hasil kajian penelitian dari Universitas Shanghai Jiao Tong, Shanghai, probiotik rupanya bisa meningkatkan fungsi saraf otak yang berfungsi mengatur kecemasan.
 
"Mikrobiota usus dapat membantu mengatur fungsi otak melalui sesuatu yang disebut sumbu usus-otak," ujar para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Shanghai Jiao Tong.
 
Probiotik adalah organisme hidup yang ditemukan secara alami dalam beberapa makanan. Oleh sang penemu, Ilya Ilyich Mechnikov, probiotik juga dikenal sebagai bakteri "baik" atau "ramah" lantaran berfungsi melawan bakteri berbahaya dan mencegahnya mengendap di dalam usus.
 
Menurut para peneliti dari Universitas Shanghai Jiao Tong, gangguan mental juga dapat diobati dengan mengatur jumlah mikrobiota di dalam usus. Meskipun ini masih sekadar hipotesis tanpa bukti spesifik yang mendukung hal ini.
 
Studi: Cemas Dipengaruhi Jumlah Bakteri dalam Usus
("Mikrobiota usus dapat membantu mengatur fungsi otak melalui sesuatu yang disebut sumbu usus-otak," ujar para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Shanghai Jiao Tong. Foto: Pexels.com)

Penelitian pencernaan dengan rasa cemas

Untuk mencapai kesimpulan ini, para peneliti meninjau sebanyak 21 studi lainnya. Mereka juga telah melakukan uji kolektif terhadap 1.503 peserta penelitian.
 
Hasilnya, para peneliti menemukan 11 dari 21 penelitian menunjukkan probiotik memiliki efek positif pada gejala kecemasan dengan mengatur mikrobiota usus. Artinya bahwa lebih dari setengah (52 persen) penelitian menunjukkan pendekatan ini efektif.
 
Sementara itu, 14 studi lain yang menggunakan probiotik sebagai intervensi, juga efektif dalam mengurangi gejala kecemasan. Sementara enam dari tujuh studi yang mereka teliti menemukan bahwa probiotik efektif turunkan kecemasan hingga 86 persen.
 
Dalam studi ini, tim peneliti juga menemukan bahwa kecemasan bisa dihalangi oleh satu jenis hingga setidaknya tiga jenis probiotik. Hal ini bisa berbeda pada tiap orang.
 
Para peneliti juga melaporkan bahwa tidak ditemukan adanya efek samping yang serius dari penggunaan probiotik. Hanya empat studi yang melaporkan ada efek samping ringan seperti mulut kering dan diare.
 
"Sehingga, orang-orang yang mengalami gejala kecemasan mungkin bisa dibantu dengan mengambil langkah-langkah untuk mengatur mikroorganisme dalam usus mereka. Dengan mengonsumsi makanan dan suplemen probiotik dan non-probiotik," ujar studi yang dipublikasikan dalam jurnal General Psychiatry itu.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif