Jika pasangan Anda enggan berhubungan seks cari tahu permasalahnya. (Foto: Pexels.com)
Jika pasangan Anda enggan berhubungan seks cari tahu permasalahnya. (Foto: Pexels.com)

Enam Masalah Pasangan Enggan Berhubungan Seks

Rona seks dan kesehatan
22 Februari 2019 17:13
Jakarta: Mengapa pasangan menolak berhubungan seks? Pastinya dalam benak Anda muncul seribu pertanyaan dan akan membuat galau hati Anda. Menurut sebuah penelitian, pasangan yang tiba-tiba menolak bercinta itu normal.
 
Biasanya terjadi saat Anda terbiasa bersama satu sama lain. Namun ada saat-saat di mana pasangan tidak ingin melakukannya sama sekali ,yang bahkan jika Anda tanyakan penyebabnya pasangan Anda tidak akan memberikan jawaban. Jadi apa yang harus Anda lakukan?
 
Berada dalam suatu hubungan jangka panjang tidak harus serta-merta selalu berputar pada kehidupan seks. Jika hasrat seks salah satu pasangan menurun itu normal adanya, tetapi bukan berarti Anda menyerah dan tak lagi berhubungan seks.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tentu saja, Anda tidak sendirian. Banyak orang di luar sana yang tidak terpenuhi kebutuhan seksual dalam hubungan mereka.
 
Di sini ada beberapa alasan yang mungkin bisa Anda ketahui dengan dibantu oleh konselor mengapa pasangan Anda enggan berhubungan intim, dilansir dari RD. Berikut penjelasannya.
 
1. Tidak punya waktu untuk berhubungan seks
Ketika Anda sudah memiliki anak akan lebih susah untuk melakukan seks dengan pasangan karena sudah tidak ada waktu lagi satu sama lain, terlebih sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Lakukan apapun yang Anda butuhkan untuk memastikan seks tetap menjadi bagian hidup dari pernikahan Anda.
 
2. Terlalu lelah untuk berhubungan seks
Jika kehidupan seks terhenti karena kelelahan, Anda perlu menemukan solusinya. Pertimbangkan mengatur ulang apa yang penting dalam hidup sehingga Anda memiliki energi untuk keintiman.
 
(Baca juga: Enam Kesalahan yang Tidak Anda Sadari Saat Bercinta)
 
3. Menjadwalkan hubungan seks
Menjadwalkan hubungan seks bukan hal yang aneh. Sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan pendaftaran pernikahan Zola menemukan, bahwa 36 persen pengantin dalam spontanitas melakukan seks pada tengah malam ketika anak-anak sudah terlelap tidur.
 
Enam Masalah Pasangan Enggan Berhubungan Seks
(Jika hasrat seks salah satu pasangan menurun itu normal adanya, tetapi bukan berarti Anda menyerah dan enggan berhubungan seks. Foto: Pexels.com)
 
4. Miskomunikasi
Pasangan mungkin tidak merasa terhubung dengan Anda secara emosional dan menyebabkan pasangan enggan berhubungan seks.
 
Konflik rumah tangga harian yang berujung pada adu argumen bisa menjadi penyebab pria merasa ogah-ogahan untuk bermesraan. Akan tetapi, miskomunikasi juga bisa terjadi saat Anda berdua di ranjang.
 
Misalnya, pihak wanita tidak pernah merasa terpuaskan dan akhirnya memilih untuk berpura-pura orgasme.
 
Lama-kelamaan, kebiasaan ini dapat memengaruhi kepercayaan diri si pria sehingga ia memilih untuk menolak berhubungan seks. Atau mungkin sebaliknya. Justru ialah yang merasa Anda tidak bisa memuaskan hasrat seksualnya
 
5. Harus siap secara fisik dan emosional
Libido rendah mulai memasuki usia 30 tahun, kadar testosteron pria cenderung mengalami penurunan yang bisa memengaruhi hasratnya untuk berhubungan seks.
 
Kondisi andropause yang sering dialami begitu menginjak usia kepala lima juga dapat menyebabkan kadar testosteronnya menurun.
 
Testosteron rendah bisa menyebabkan sulit ereksi atau kesulitan mempertahankan ereksi sehingga pasangan cenderung memilih untuk menolak berhubungan seks.
 
Bila perlu diskusikan dengan dokter untuk kemungkinan mendapatkan terapi hormon untuk mengobati masalah testosteron rendahnya. Kebanyakan pria dengan testosteron rendah akan diresepkan gel testosteron untuk digosokkan pada lengan atau bahunya.
 
6. Pasangan Anda gay atau lesbian
Mungkin selama ini Anda tidak mengetahui alasan pasangan enggan berhubungan seks. Mungkin Anda akan merasa "ditipu” perihal alasan bahwa pasangan Anda ternyata tidak seperti yang Anda bayangkan.
 
Tapi, ingat ini bukan hak Anda untuk menghakimi selera pasangan. Ada baiknya diskusikan mengenai hal ini. Jika perlu konsultasikan dengan psikolog.
 

Maria Fransiska
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi