Menurunkan Angka Stunting Bukan Hanya Tugas Pemerintah (Foto: istock)
Menurunkan Angka Stunting Bukan Hanya Tugas Pemerintah (Foto: istock)

Menurunkan Angka Stunting Bukan Hanya Tugas Pemerintah

Rona stunting
Kumara Anggita • 19 Januari 2019 08:00
Jakarta: Gizi yang baik dapat memberikan dampak besar bagi kualitas hidup bangsa Indonesia. Namun, banyak warga Indonesia yang masih mengalami stunting yang artinya kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis.
 
Masalah ini menjadi perhatian negara karena persentase stunting di Indonesia besar. Berdasarkan Hasil Riset Dasar (Riskesdas) tahun 2013, angka stunting sebesar 30,8 persen.
 
Pada tahun ini, Kementrian Kesehatan dalam Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga difokuskan pada empat prioritas yaitu percepatan penurunan kematian ibu, angka kematian bayi, penurunan pentakit menular dan tidak menular dan tentunya perbaikan gizi khususnya prevelensi stunting. Di setiap keluarga, diharapkan mengedepankan konsumsi ikan, sayur, dan buah, serta pengenalan terhadap risiko penyakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menariknya, Kementrian Kesehatan meminta semua pihak seperti pengusaha untuk menurunkan stunting. Hal ini karena, produk makanan yang dijual oleh pengusaha bisa menentukan konsumsi masyarakat.
 
"Tidak bisa dibebankan pada pemerintah saja tapi juga pada ilmuwan, organisasi profesi, dan pengusaha. Karena jika mau mengurangi gula, garam, dan lemak bukan hanya pemerintah tapi juga pengusaha," kata Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Dr. arum Atmawikarta  di Jakarta, Jumat, 18 Januari 2019.
 
Jika stunting menurun, maka akan ada peningkatan kualitas hidup bangsa Indonesia. Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat dr. Kirana Pritasari, MQIH menyatakan bahwa jika generasi muda hidup sehat dan bergizi maka, tubuhnya akan tumbuh dan kemampuam kognitifnya juga berkembang. Oleh karena itu, generasi muda bisa lebih produktif dan berprestasi.
 
“Gizi bukan semata-mata asupan gizi. Pertumbuhan ekonomi akan besar kalau usia produktif itu sehat,” tuturnya.
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif