Untuk membedakan seseorang terkena kanker paru atau TBC adalah dengan melihat faktor risikonya. (Foto: Pexels.com)
Untuk membedakan seseorang terkena kanker paru atau TBC adalah dengan melihat faktor risikonya. (Foto: Pexels.com)

Kanker Paru Sering Dikira TBC

Rona kanker paru
Kumara Anggita • 10 Februari 2020 09:00
Jakarta: Kanker paru adalah penyakit yang memiliki gejala tidak khas. Hal ini sering kali buat orang keliru dan mengira bahwa gejala yang dimilikinya adalah gejala dari penyakit lain seperti Tuberculosis (TBC).
 
Pulmonologis, dr. Elisna Syahruddin, Ph.D., Sp.P (K) menyayangkan orang-orang yang terlanjur melakukan pengobatan TBC padahal sedang mengalami kanker paru. Padahal deteksi dini bisa membuat peluang penyembuhan kanker lebih besar. 

Gejala kanker paru tidak khas antara lain:

- Batuk. Tidak ada batuk biasa
- Batuk darah
- Sakit atau nyeri dada
- Sesak napas
 
Anda perlu mengetahui bahwa gejala kanker kadang disertai dengan berat badan menurun. Tidak jarang yang dikeluhkan merupakan gejala dari penyebaran kanker ke tempat lain misalnya nyeri atau patah tulang, sakit kepala, atau bahkan lumpuh. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dokter Elisna juga menambahkan bahwa untuk membedakan seseorang terkena kanker paru atau TBC adalah dengan melihat faktor risikonya. Bila seseorang memiliki banyak faktor risiko ke arah kanker paru maka besar kemungkinan apa yang sedang dideritanya adalah kanker. 

Faktor risiko kanker paru dari Medco Group dan Yayasan Kanker Indonesia antara lain:

- Usia mulai merokok. Makin muda usia makin besar risikonya
 
- Banyak jumlah batang rokok yang dihisap setiap hari
 
- Lama kebiasaan merokok
 
- Dalamnya menghisap asap rokok

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker paru terjadi pada Anda antara lain:

- Jangan pernah mencoba untuk mulai merokok
 
- Bila sudah merokok maka hentikan
 
- Hindari asap rokok dimanapun Anda berada
 
- Patuhi peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja
 
Untuk mengobati penyakit ini Anda bisa melakukan operasi jika masih memungkinkan, kemoterapi atau terapi target untuk jenis tertentu, radioterapi pada jenis tertentu, atau gabungan ketiganya. 
 
Tak hanya itu, ada pula pilihan terbaru yang disebut dengan imunoterapi. Imunoterqpi bekerja dengan menggunakan sistem imun sendiri untuk membunuh sel kanker yang ada.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif