Batu ginjal terbentuk karena endapan kristal yang umumnya berupa kalsium atau asam urat yang ditemukan di sepanjang saluran kemih.
Penyakit ini memiliki ciri-ciri rasa nyeri, pendarahan, penyumbatan, hingga infeksi di saluran kemih.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Salah satu tindakan pengobatan non-invasif untuk penyakit ini adalah Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) yaitu, tindakan non pembedahan yang menghancurkan batu ginjal dengan menggunakan gelombang suara kejut sehingga batu ginjal dihancurkan menjadi pecahan kecil dan halus agar dapat keluar melalui saluran kencing.
Prinsip dari alat ini adalah triple focus di mana terjadi penghancuran yang optimal, minimal radiasi dengan outline X-ray dan inline ultrasound (USG), serta tindakan yang hanya memerlukan waktu sekitar satu jam tanpa pembiusan.
"Sebagai ganti pembiusan, kita berikan obat analgetik (pereda nyeri) dan sedasi (penenang)," ujar dr. Charles Martamba Hutasoit, SpU selaku spesialis urologi di Urology Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, dalam media gathering bulanan, Rabu (20/7/2016).
Namun, tak semua jenis batu ginjal atau batu di daerah saluran kemih bisa menggunakan teknologi ini karena ukuran batu maksimal adalah 20 mm. Jika melebihi ukuran tersebut, teknik ESWL masih bisa digunakan, namun perlu dilakukan beberapa kali tembakan agar bisa memecah batu tersebut.
ESWL sendiri memiliki efek samping, yaitu bisa menyebabkan memar ginjal (hematom) karena gelombang yang dipancarkan melewati ginjal sehingga bisa menyebabkan memar dan rasa nyeri.
Biasanya, hematom terjadi bila ada gangguan pendarahan yang sudah bisa dilihat saat proses pembekuan darah. Oleh karena itu, bila berpotensi, pengobatan ini tidak dianjurkan. Selain hematom, efek samping lain dari pengobatan ini adalah adanya batu sisa di mana diperlukan tindakan ESWL untuk membersihkan secara utuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(ELG)
