FAMILY

Cara Menyeduh Susu Balita yang Benar, Jangan Sampai Nutrisi Pentingnya Rusak

A. Firdaus
Selasa 09 Juni 2026 / 16:10
Ringkasnya gini..
  • Cara menyeduh susu yang kurang tepat dapat memengaruhi kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya.
  • Edukasi gizi menjadi kebutuhan penting, terutama bagi keluarga yang sedang berada dalam masa
  • PP Aisyiyah berharap para orang tua semakin memahami pentingnya kualitas asupan gizi bagi anak, terutama pada masa pertumbuhan.
Jakarta: Menyiapkan susu untuk balita sering dianggap sebagai aktivitas sederhana. Padahal, cara menyeduh susu yang kurang tepat dapat memengaruhi kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Mulai dari suhu air yang digunakan, kebersihan wadah, hingga takaran susu yang tidak sesuai dapat membuat manfaat susu untuk tumbuh kembang anak menjadi tidak optimal.

Hal ini menjadi salah satu fokus edukasi gizi yang dilakukan Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah (Makes PPA) bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dalam kegiatan tersebut, para kader Aisyiyah memberikan edukasi kepada para ibu yang memiliki balita mengenai pentingnya pemberian asupan bergizi, termasuk cara menyiapkan susu pertumbuhan yang benar.

"Yang penting diperhatikan adalah kebersihan tangan sebelum menyiapkan susu, lalu suhu air yang digunakan sebaiknya air hangat atau suam-suam kuku," ujar salah satu kader saat memberikan demonstrasi kepada para peserta.
 

Edukasi gizi penting di masa pemulihan Pascabencana


Wakil Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa, menjelaskan bahwa edukasi gizi menjadi kebutuhan penting, terutama bagi keluarga yang sedang berada dalam masa pemulihan pascabencana.

Menurutnya, saat kondisi darurat, masyarakat umumnya menerima bantuan berupa makanan instan yang praktis dikonsumsi. Namun, jika pola konsumsi tersebut berlangsung dalam jangka panjang, risiko masalah gizi pada anak bisa meningkat.
 

"Ketika masa bencana, banyak bantuan berupa makanan instan maupun produk tinggi gula. Dari dialog dengan warga, kami menemukan masih ada yang menganggap susu kental manis sebagai susu untuk anak, padahal kandungannya berbeda," kata Chairunnisa.

Ia menambahkan, kebiasaan mengonsumsi makanan instan secara terus-menerus dapat berdampak pada kualitas asupan gizi anak. Jika terjadi dalam waktu lama, kondisi tersebut berisiko menyebabkan kekurangan gizi hingga stunting, terutama pada anak usia di bawah dua tahun.
 

Cara menyeduh susu yang tepat untuk Balita


Dalam sesi edukasi, para kader juga memberikan panduan praktis agar nutrisi dalam susu pertumbuhan tetap terjaga.
 

1. Gunakan air hangat, bukan air mendidih


Air yang terlalu panas dapat merusak sejumlah zat gizi penting dalam susu, seperti protein, vitamin, dan mineral tertentu. Sebaiknya gunakan air matang yang telah didinginkan hingga bersuhu hangat atau suam-suam kuku.
 

2. Pastikan wadah dalam kondisi bersih


Botol susu maupun gelas yang digunakan harus dicuci dengan bersih sebelum digunakan. Kebersihan wadah sangat penting untuk mencegah risiko infeksi saluran pencernaan dan diare pada anak.
 

3. Ikuti takaran sesuai petunjuk


Takaran susu sebaiknya mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Susu yang terlalu encer dapat membuat anak kekurangan energi dan nutrisi, sedangkan susu yang terlalu pekat berpotensi membebani sistem pencernaan.
 

Cegah stunting sejak dini


Melalui edukasi ini, PP Aisyiyah berharap para orang tua semakin memahami pentingnya kualitas asupan gizi bagi anak, terutama pada masa pertumbuhan.

Selain memilih makanan yang bergizi, cara mengolah dan menyajikan makanan maupun susu juga menjadi faktor penting yang dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dengan pemahaman yang tepat, risiko kekurangan gizi dan stunting dapat dicegah sejak dini, termasuk pada keluarga yang tengah menjalani masa pemulihan pascabencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH