FAMILY
Bukan Cuma Pintar Nilai, Sekolah Internasional Ini Fokus Bentuk Karakter Anak
A. Firdaus
Sabtu 25 Juli 2026 / 18:15
- Perubahan identitas tersebut mencerminkan arah baru pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.
- Transformasi tersebut bukan hanya perubahan identitas sekolah, melainkan penegasan arah pendidikan yang ingin diwujudkan.
- Penerapan IB memungkinkan sekolah dan orang tua bekerja sama mengembangkan potensi anak secara menyeluruh.
Jakarta: Pendidikan tak lagi hanya berfokus pada capaian akademik. Di tengah kebutuhan akan generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan global, sekolah internasional mulai mengedepankan pengembangan karakter, kemampuan berpikir kritis, hingga keterampilan berkolaborasi.
Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional dan menandai 25 tahun perjalanan operasionalnya, sekolah SPK yang sebelumnya beroperasi di Bali, Bintaro, dan Kelapa Gading resmi bertransformasi menjadi Veritas Intercultural School (VIS) mulai Tahun Ajaran 2026/2027.
Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar internasional yang lebih relevan, holistik, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
School Director Veritas Intercultural School Bintaro, Megasari, mengatakan perubahan identitas tersebut mencerminkan arah baru pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.
"Perubahan menjadi Veritas Intercultural School merupakan wujud komitmen kami untuk terus berkembang dan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan. Kami ingin setiap peserta didik tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berintegritas, memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir kritis, dan siap memberikan dampak positif di mana pun mereka berada," ujarnya.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, VIS mulai menerapkan International Baccalaureate (IB) sebagai kerangka pembelajaran. Pendekatan ini mengedepankan inquiry-based learning atau pembelajaran berbasis inkuiri yang mendorong siswa aktif bertanya, mencari solusi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Selain penguasaan akademik, peserta didik juga dibimbing agar mampu berkomunikasi dan bekerja sama secara efektif, memiliki integritas, berpikiran terbuka, serta peduli terhadap lingkungan sosial.
"Pendekatan holistik ini membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang diperlukan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," kata Megasari.
School Director Veritas Intercultural School Bali, Gusti Wayan Bayu Wedananta Alit Putra, menegaskan bahwa transformasi tersebut bukan hanya perubahan identitas sekolah, melainkan penegasan arah pendidikan yang ingin diwujudkan.
"Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan penegasan arah pendidikan yang kami bangun. Kami ingin setiap peserta didik memiliki keberanian untuk bertanya, kemampuan untuk beradaptasi, serta kepedulian untuk menjadi bagian dari solusi di tengah dunia yang terus berubah," ujarnya.
Sementara itu, School Director Veritas Intercultural School Kelapa Gading, Lauren Sarinah, menjelaskan bahwa kerangka pendidikan International Baccalaureate telah digunakan oleh ribuan sekolah di berbagai negara.
Menurutnya, penerapan IB memungkinkan sekolah dan orang tua bekerja sama mengembangkan potensi anak secara menyeluruh, tidak hanya mengejar prestasi akademik.
"Kesuksesan anak bukan hanya diukur dari nilai matematika atau kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga dari keterampilan hidup dan karakter yang dibentuk melalui IB Learner Profile," kata Lauren.
Ia menambahkan, konsep tersebut dirancang untuk membantu setiap anak tumbuh sesuai potensinya sehingga siap menghadapi tantangan pendidikan, dunia kerja, maupun kehidupan di masa depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional dan menandai 25 tahun perjalanan operasionalnya, sekolah SPK yang sebelumnya beroperasi di Bali, Bintaro, dan Kelapa Gading resmi bertransformasi menjadi Veritas Intercultural School (VIS) mulai Tahun Ajaran 2026/2027.
Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar internasional yang lebih relevan, holistik, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
School Director Veritas Intercultural School Bintaro, Megasari, mengatakan perubahan identitas tersebut mencerminkan arah baru pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.
"Perubahan menjadi Veritas Intercultural School merupakan wujud komitmen kami untuk terus berkembang dan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan. Kami ingin setiap peserta didik tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berintegritas, memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir kritis, dan siap memberikan dampak positif di mana pun mereka berada," ujarnya.
Dorong anak berpikir kritis sejak dini
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, VIS mulai menerapkan International Baccalaureate (IB) sebagai kerangka pembelajaran. Pendekatan ini mengedepankan inquiry-based learning atau pembelajaran berbasis inkuiri yang mendorong siswa aktif bertanya, mencari solusi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Selain penguasaan akademik, peserta didik juga dibimbing agar mampu berkomunikasi dan bekerja sama secara efektif, memiliki integritas, berpikiran terbuka, serta peduli terhadap lingkungan sosial.
"Pendekatan holistik ini membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang diperlukan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," kata Megasari.
Bukan sekadar ganti nama
School Director Veritas Intercultural School Bali, Gusti Wayan Bayu Wedananta Alit Putra, menegaskan bahwa transformasi tersebut bukan hanya perubahan identitas sekolah, melainkan penegasan arah pendidikan yang ingin diwujudkan.
"Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan penegasan arah pendidikan yang kami bangun. Kami ingin setiap peserta didik memiliki keberanian untuk bertanya, kemampuan untuk beradaptasi, serta kepedulian untuk menjadi bagian dari solusi di tengah dunia yang terus berubah," ujarnya.
Sementara itu, School Director Veritas Intercultural School Kelapa Gading, Lauren Sarinah, menjelaskan bahwa kerangka pendidikan International Baccalaureate telah digunakan oleh ribuan sekolah di berbagai negara.
Menurutnya, penerapan IB memungkinkan sekolah dan orang tua bekerja sama mengembangkan potensi anak secara menyeluruh, tidak hanya mengejar prestasi akademik.
"Kesuksesan anak bukan hanya diukur dari nilai matematika atau kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga dari keterampilan hidup dan karakter yang dibentuk melalui IB Learner Profile," kata Lauren.
Ia menambahkan, konsep tersebut dirancang untuk membantu setiap anak tumbuh sesuai potensinya sehingga siap menghadapi tantangan pendidikan, dunia kerja, maupun kehidupan di masa depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)