FAMILY
Stop Overthinking Soal SIDS! Cek Faktor Risikonya Biar Si Kecil Makin Aman
Yatin Suleha
Selasa 29 September 2026 / 10:05
- Sebagai orang tua, wajar banget kalau kadang suka anxiety atau overthinking pas mikirin kesehatan si kecil.
- Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) memang jadi salah satu hal yang paling ditakuti.
- Di mana bayi yang kelihatan sehat-sehat aja tiba-tiba meninggal dunia tanpa penyebab pasti saat sedang tidur.
Jakarta: Sebagai orang tua, wajar banget kalau kadang suka anxiety atau overthinking pas mikirin kesehatan si kecil, apalagi kalau dengar kabar soal kasus SIDS.
Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) memang jadi salah satu hal yang paling ditakuti, di mana bayi yang kelihatan sehat-sehat aja tiba-tiba meninggal dunia tanpa penyebab pasti saat sedang tidur.
Meskipun alasan utamanya belum terungkap 100%, para ahli kesehatan sudah menemukan beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan potensinya.
Tenang Moms, tahu fakta ini gak bikin kamu harus panik berlebihan, tapi justru jadi amunisi biar kamu bisa ekstra waspada dan bikin safe space yang paling aman buat si kecil.
Dilansir dari BabyCenter, ini dia tujuh faktor risiko SIDS yang perlu Moms ketahui:
Bayi yang lahir prematur atau punya berat badan lahir rendah (BBLR) cenderung lebih rentan karena organ tubuh dan sistem pernapasannya masih sangat sensitif.
Fase awal kehidupan adalah masa-masa yang paling krusial. Bayi yang berusia di bawah 4 bulan tercatat punya tingkat risiko SIDS paling tinggi.
Secara statistik medis, bayi cowok ternyata punya angka risiko yang sedikit lebih tinggi dibandingkan bayi cewek.
Hadirnya bayi kembar memang bikin kebahagiaan double, tapi risikonya juga naik dua kali lipat. Ini biasanya dipengaruhi oleh berat badan lahir bayi kembar yang umumnya lebih kecil secara keseluruhan.
Faktor dari ibu berpengaruh besar. Bayi dari ibu yang merokok, mengonsumsi alkohol, menggunakan narkoba, kurang perawatan pranatal (check-up kehamilan), atau melahirkan di bawah usia 20 tahun punya risiko SIDS lebih tinggi.
Kalau ada saudara kandung atau sepupu yang punya riwayat SIDS, si kecil bisa punya predisposisi genetik yang membuatnya lebih rentan.
Bayi yang tinggal serumah dengan perokok punya risiko SIDS jauh lebih tinggi, karena zat berbahaya dari asap rokok bisa merusak sistem pernapasan mereka yang lagi berkembang.
Penting untuk diingat ya, punya salah satu faktor risiko di atas enggak berarti SIDS pasti bakal terjadi. Hal-hal ini cuma jadi sinyal biar kita lebih peka.
Dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak masa kehamilan dan menyiapkan lingkungan tidur yang super aman setelah lahir, kamu sudah melakukan langkah terbaik buat menjaga si kecil!
Secillia Nur Hafifah
(TIN)
Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) memang jadi salah satu hal yang paling ditakuti, di mana bayi yang kelihatan sehat-sehat aja tiba-tiba meninggal dunia tanpa penyebab pasti saat sedang tidur.
Meskipun alasan utamanya belum terungkap 100%, para ahli kesehatan sudah menemukan beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan potensinya.
Tenang Moms, tahu fakta ini gak bikin kamu harus panik berlebihan, tapi justru jadi amunisi biar kamu bisa ekstra waspada dan bikin safe space yang paling aman buat si kecil.
Dilansir dari BabyCenter, ini dia tujuh faktor risiko SIDS yang perlu Moms ketahui:
1. Lahir prematur dan berat badan rendah
Bayi yang lahir prematur atau punya berat badan lahir rendah (BBLR) cenderung lebih rentan karena organ tubuh dan sistem pernapasannya masih sangat sensitif.
2. Usia bayi di bawah 4 bulan
Fase awal kehidupan adalah masa-masa yang paling krusial. Bayi yang berusia di bawah 4 bulan tercatat punya tingkat risiko SIDS paling tinggi.
3. Jenis kelamin laki-laki
(SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) adalah kondisi kematian mendadak pada bayi berusia di bawah satu tahun yang terjadi tanpa penyebab jelas, paling sering saat bayi tidur. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Secara statistik medis, bayi cowok ternyata punya angka risiko yang sedikit lebih tinggi dibandingkan bayi cewek.
4. Bayi kembar
Hadirnya bayi kembar memang bikin kebahagiaan double, tapi risikonya juga naik dua kali lipat. Ini biasanya dipengaruhi oleh berat badan lahir bayi kembar yang umumnya lebih kecil secara keseluruhan.
5. Kebiasaan dan kondisi ibu saat hamil
Faktor dari ibu berpengaruh besar. Bayi dari ibu yang merokok, mengonsumsi alkohol, menggunakan narkoba, kurang perawatan pranatal (check-up kehamilan), atau melahirkan di bawah usia 20 tahun punya risiko SIDS lebih tinggi.
6. Riwayat dalam keluarga
Kalau ada saudara kandung atau sepupu yang punya riwayat SIDS, si kecil bisa punya predisposisi genetik yang membuatnya lebih rentan.
7. Paparan asap rokok pasif (secondhand smoke)
Bayi yang tinggal serumah dengan perokok punya risiko SIDS jauh lebih tinggi, karena zat berbahaya dari asap rokok bisa merusak sistem pernapasan mereka yang lagi berkembang.
Penting untuk diingat ya, punya salah satu faktor risiko di atas enggak berarti SIDS pasti bakal terjadi. Hal-hal ini cuma jadi sinyal biar kita lebih peka.
Dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak masa kehamilan dan menyiapkan lingkungan tidur yang super aman setelah lahir, kamu sudah melakukan langkah terbaik buat menjaga si kecil!
Secillia Nur Hafifah
(TIN)