FAMILY

Air Mineral hingga Minyak Goreng Laris di E-commerce

A. Firdaus
Kamis 01 Oktober 2026 / 13:14
Ringkasnya gini..
  • Transaksi F&B di e-commerce mencapai Rp20,6 triliun pada semester I 2026.
  • Berdasarkan data Compas.co.id, peningkatan penjualan terutama terjadi pada produk kebutuhan pokok dan bahan dapur.
  • Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan konsumsi selama Ramadan dan Lebaran turut memengaruhi pola belanja masyarakat di platform e-commerce.
Jakarta: Belanja kebutuhan pokok secara online semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Kategori Food & Beverages (F&B) kini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pasar fast-moving consumer goods (FMCG) di e-commerce, menggeser dominasi kategori kecantikan dan perawatan.

Laporan Indonesian FMCG E-commerce Report H1 2026 dari Compas.co.id mencatat nilai transaksi kategori F&B mencapai Rp20,6 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,6 triliun.

Pertumbuhan ini turut mendongkrak pangsa pasar F&B dari 20% menjadi 23% dari total industri FMCG online. Tak hanya nilai transaksi, volume barang yang terjual juga meningkat 33% secara tahunan (year-on-year/YoY). Meski demikian, kenaikan harga sejumlah komoditas hingga sekitar 15% turut berkontribusi terhadap pertumbuhan nilai penjualan.
 

Berdasarkan data Compas.co.id, peningkatan penjualan terutama terjadi pada produk kebutuhan pokok dan bahan dapur. Air mineral mencatatkan pertumbuhan nilai penjualan tertinggi, yakni mencapai 219% YoY. Disusul minyak goreng yang meningkat 123%.

Sejumlah produk kebutuhan sehari-hari lainnya juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Penjualan teh meningkat 97%, mi instan dan pasta tumbuh 91%, gula naik 79%, serta kopi meningkat 75% secara tahunan.

Tren serupa juga terlihat pada kategori makanan ringan. Penjualan permen meningkat 121%, sementara makanan ringan manis atau sweet snacks tumbuh 100% YoY.

CEO Compas.co.id Hanindia Narendrata mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan perubahan kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga melalui platform digital.

"Pergeseran belanja di Semester 1 2026 membuktikan bahwa masyarakat Indonesia kini semakin terbiasa memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga secara digital. E-commerce tidak lagi terbatas pada pembelian produk sekunder atau gaya hidup, tetapi mulai menjadi konsiderasi alternatif untuk pembelian kebutuhan pokok, dapur, dan kebutuhan harian masyarakat," ujar Hanindia.
 

Ramadan dan Lebaran Dorong Penjualan F&B


Selain perubahan kebiasaan belanja, momentum musiman turut memengaruhi peningkatan transaksi kategori F&B. Pada kuartal I 2026, periode Ramadan dan persiapan Lebaran mendorong lonjakan penjualan sejumlah produk dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter/QoQ).

Buah-buahan mencatatkan pertumbuhan penjualan tertinggi sebesar 255% QoQ. Sementara itu, penjualan biskuit dan kue kering meningkat 157%, set hadiah dan hampers tumbuh 133%, serta kacang-kacangan naik 130%.

Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan konsumsi selama Ramadan dan Lebaran turut memengaruhi pola belanja masyarakat di platform e-commerce.

Shopee Kuasai Pangsa Pasar F&B Online

Di tengah meningkatnya transaksi F&B, kanal penjualan nonresmi atau Non-Official Store masih mendominasi. Compas.co.id mencatat sebanyak 77% transaksi kategori F&B atau senilai Rp15,8 triliun berlangsung melalui kanal tersebut.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH