Jakarta: Pembedahan pada pasien dengan penyakit tulang belakang degeneratif lebih efektif meningkatkan kehidupan seksual, dibandingkan dengan perawatan non-bedah. Demikian laporan dalam jurnal Spine yang diterbitkan oleh Wolters Kluwer.
"Kehidupan seks adalah pertimbangan yang relevan untuk sebagian besar pasien dengan spondylolisthesis degeneratif dan stenosis spinal," tulis Dr. Shane Burch dari University of California-San Francisco dan rekannya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Sebaliknya, pengobatan operatif mengarah pada peningkatan nyeri terkait kehidupan seks. Selain itu, pembedahan mengurangi rasa sakit dan kecacatan akibat kondisi tulang belakang yang meroso," terangnya.
Para peneliti menganalisis data dari Spine Outcomes Research Trial (SPORT), yang merupakan salah satu uji klinis bedah terbesar untuk gangguan tulang belakang. Pasien yang memenuhi kriteria ketat untuk stenosis spinal atau spondilolistesis degeneratif, secara acak ditugaskan untuk pembedahan atau perawatan non-bedah.
Pasien dengan stenosis tulang belakang atau spondylolisthesis degeneratif mengalami penyempitan atau tekanan pada saluran tulang belakang. Bisa menyebabkan nyeri punggung, nyeri kaki, dan gejala lainnya. Dalam studi SPORT, pasien yang tidak membaik dengan perawatan nonsurgical awal ditawari kesempatan untuk 'menyeberang' ke perawatan bedah.
Menanggapi kuesioner, sekitar 30 persen pasien menunjukkan bahwa fungsi seksual tidak relevan bagi mereka. Pasien-pasien ini lebih tua rata-rata 70 berbanding 63 tahun, lebih mungkin perempuan dan belum menikah, dan lebih mungkin memiliki masalah sendi.
Dari 825 pasien yang mengatakan bahwa fungsi seksual itu relevan, 531 pasien menjalani beberapa jenis operasi. Yaitu dekompresi tulang belakang atau fusi tulang belakang, 294 pasien menerima perawatan non-bedah. Sebelum perawatan, 55 persen pasien mengatakan mereka setidaknya memiliki beberapa rasa sakit yang memengaruhi kehidupan seks mereka.
Tiga bulan setelah operasi punggung, kurang dari 20 persen pasien masih mengalami nyeri terkait kehidupan seks. Sebaliknya, sekitar 40 persen pasien yang dirawat tanpa operasi masih merasakan sakit saat aktivitas seksual. Perbaikan bertahan selama empat tahun perawatan, dan signifikan untuk pasien yang menjalani dekompresi tulang belakang versus fusi.Baca juga: Teknologi Peningkat Harapan Hidup Penderita Gagal Jantung
Studi SPORT dirancang untuk mengklarifikasi manfaat bedah dibandingkan dengan perawatan non-bedah pada pasien dengan gangguan tulang belakang yang didefinisikan dengan cermat. Hasil sebelumnya pada pasien dengan stenosis spinal atau spondilolistesis degeneratif menunjukkan bahwa, operasi memberikan peningkatan yang lebih besar dalam rasa sakit dan fungsi.
Nyeri punggung kronis diketahui berkontribusi negatif pada fungsi seksual dan penurunan kualitas hidup. Penelitian sebelumnya menyarankan bahwa fungsi seksual meningkat setelah operasi sakit punggung.
Studi ini yang pertama untuk memasukkan sejumlah besar pasien yang menjalani operasi kembali, dan yang pertama memasukkan kelompok pembanding pasien yang dirawat tanpa operasi.
Penelitian selanjutnya akan memberi informasi lebih lengkap tentang bagaimana operasi punggung dapat meningkatkan fungsi dan aktivitas seksual. Sementara itu, Dr. Burch dan rekannya menyarankan agar ahli bedah dan profesional lain yang merawat pasien dengan sakit punggung harus sadar dan mendiskusikan dampaknya pada fungsi seksual.
Mereka menyimpulkan: Fungsi kehidupan seks relevan bagi pasien dengan patologi tulang belakang dan harus ditangani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(FIR)
