Ilustrasi--(Foto: Shutterstock)
Ilustrasi--(Foto: Shutterstock)

Olahraga yang Tepat untuk Penderita Rematik

Rona studi kesehatan
Sunnaholomi Halakrispen • 06 Juli 2019 19:04
Penderita penyakit rematik disarankan untuk berolahraga yang tepat. Harapannya olahraga tersebut memperbaiki kualitas otot dan persendian.
 

Jakarta:
Penderita rematik tidak disarankan melakukan aktivitas berat. Tetapi berdiam diri pun tidak memperbaiki kondisi tubuh. Namun olahraga yang tepat berpengaruh untuk kualitas otot dan persendian.
 
Nyeri yang Anda rasakan akan lebih sedikit tetapi lebih banyak energi. Ya, ada beberapa olahraga atau latihan yang tepat untuk menjaga otot juga sendi bagi penderira rematik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Latihan dengan dampak rendah
 
Pilih latihan seperti memanjat tangga, berjalan, menari, dan mesin kardio berdampak rendah. Jenis latihan ini lebih baik untuk Anda lakukan dari pada kegiatan yang membuat sendi Anda stres, seperti berlari atau bermain basket.
 
Untuk melakukannya, pada awalnya, berolahragalah beberapa menit setiap hari. Lalu, tambahkan lebih banyak waktu yang Anda sanggupi. Pertahankan kecepatan moderat dan berolahraga selama 30 hingga 60 menit setiap hari dalam setiap minggu.
 
2. Perkuat otot dan tulang
 
Lakukan latihan ketahanan dua hingga tiga kali seminggu untuk otot yang lebih kuat, yang akan memberi Anda lebih banyak pengaruh pada bagian sendi. Anda juga akan membakar lebih banyak kalori dalam tubuh.
 
Untuk melakukannya, Anda bisa menggunakan karet gelang, beban bebas, atau mesin untuk resistensi. Mintalah pelatih di pusat kebugaran atau gym setempat, atau terapis fisik Anda, untuk menunjukkan cara melakukan setiap gerakan yang tepat.
 
3. Berenang
 
Berenanglah untuk memperbaiki kebugaran tubuh tanpa melelahkan persendian Anda. Air di kolam renang pun terasa nyaman bagi tubuh.
 
Untuk melakukannya, mulailah perlahan dengan berenang selama beberapa menit di kolam air panas. Gunakan alat bantu seperti papan renang kecil saat pertama kali tubuh Anda mulai terbiasa bergerak di dalam air. Perlahan tapi pasti, tingkatkan waktu berenang hingga 30 menit.
 
4. Latihan kardio
 
Rematik bisa berisiko penyakit jantung jika semakin parah dan tidak melakukan latihan kardio. Maka dari itu, tidak ada alasan untuk tidak berolahraga bagi penderita remarik. Latihan kardio akan membuat jantung Anda lebih kuat, menurunkan tekanan darah, dan memperbaiki kadar kolesterol Anda.
 
Selain itu, karena kondisi Anda memungkinkan Anda pada risiko pengeroposan tulang, latihan menahan beban, seperti berjalan, menari, dan naik tangga, menjadi pilihan yang tepat. Aktivitas tersebut membantu mencegah osteoporosis.
 
5. Cobalah isometrics
 
Untuk latihan ini, Anda perlu melakukannya secara perlahan. Menegangkan otot dan kemudian mengendurkannya. 
 
Jika seseorang memperhatikan Anda, mereka tidak akan melihat Anda bergerak sama sekali. Jenis latihan ini bisa menjadi pilihan yang lebih baik jika latihan kekuatan lainnya membuat sendi Anda sakit.
 
6. Ekstensi bahu isometrik
 
Untuk melakukannya, berdirilah dengan punggung menempel di dinding dan lengan di sisi samping. Siku lurus, dorong lengan ke belakang ke dinding.
 
Tahan selama lima detik, lalu istirahat. Ulangi gerakan tersebut sepuluh  kali. Jika menyakiti persendian Anda, minta pelatih untuk menunjukkan latihan bahu isometrik lain.
 
7. Hindari latihan berdampak tinggi
 
Saat Anda joging, berlari, atau bermain tenis di trotoar keras, itu bisa membuat Anda terlalu stres. Mengangkat beban berat juga mungkin bukan bentuk latihan terbaik untuk Anda. Sebab, masing-masing tubuh orang berbeda.
 
Untuk melakukan latihan yang lebih intens, coba bicarakan dengan dokter Anda. Dokter akan memberikan penjabaran konsultasi tentang apa saja kegiatan olahrgaa yang boleh Anda terapkan. Terpenting, imbangi olahraga Anda dengan waktu beristirahat. 
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif