Kapankah waktu yang paling ideal bagi anak laki-laki untuk disunat? Berikut informasi dari dr. Yessi Eldiyani, Sp. BA. (Foto: Pexels.com)
Kapankah waktu yang paling ideal bagi anak laki-laki untuk disunat? Berikut informasi dari dr. Yessi Eldiyani, Sp. BA. (Foto: Pexels.com)

Kapan Waktu Sunat yang Tepat?

Rona sunatan
Yatin Suleha • 25 Juni 2019 13:35
Disaat memiliki anak laki-laki, kebanyakan orang tua akan bimbang menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat pada anak. Sunat atau sirkumsisi adalah hal yang wajib dilakukan oleh anak laki-laki, tidak hanya dari sisi agama, namun dari sisi medis pun menerangkan bahwa sunat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Dr. Yessi Eldiyani, Sp. BA selaku dokter spesialis bedah anak yang berpraktik di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya menjelaskannya untuk Anda.
 

 
Jakarta: Khitan, sunat, atau sirkumsisi pada dasarnya adalah pemotongan sebagian dari preputium (kulit yang menutupi penis) sehingga keseluruhan glans penis menjadi terlihat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tindakan ini biasa dilakukan pada usia anak-anak menjelang akil balig pada umat Islam. Namun, kini, tak jarang juga orang tua yang mengajak anak laki-lakinya untuk dikhitan sejak usia balita, meskipun tanpa adanya indikasi medis. Lantas kapankah waktu yang paling ideal bagi anak laki-laki untuk disunat?
 
Dr. Yessi Eldiyani, Sp. BA selaku dokter spesialis bedah anak yang berpraktik di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya menjelaskan banyak manfaat yang didapat dari sirkumsisi.
 
Dilansir dari rilis yang diterima dari RS Pondok Indah Group melalui Agrakom, dipaparkan bahwa sirkumsisi bisa menurunkan risiko terjadinya infeksi pada saluran kemih, menjaga terjadinya balanitis dan balanopostitis.
 
"Sirkumsisi juga dapat mencegah terjadinya fimosis dan paraphimosis, yaitu ketika kulup tidak bisa ditarik kembali dan terjebak di sekitar ujung penis," tulis dalam rilis lagi.
 
Kapan Waktu Sunat yang Tepat?
(Dr. Yessi Eldiyani, Sp. BA, dokter spesialis bedah anak yang berpraktik di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya. Foto: Dok. Agrakom Para Relatika)

Dua teknik sirkumsisi

Terdapat dua cara tindakan operasi bedah sirkumsisi yang biasa dilakukan, yaitu secara konvensional dan smart clamp.

1. Cara konvensional

Cara pertama (konvensional) adalah dengan memotong kulit yang menutupi glans penis, kemudian menjahitnya.

2. Smart clamp

Sementara smart clamp adalah metode menghentikan aliran darah ke preputium sehingga preputium akan mengalami kematian dan terlepas sendiri. Kekurangan dari cara kedua adalah pengerjaannya membutuhkan waktu yang lebih lama bila dibandingkan dengan cara yang pertama.
 
Sebelum melakukan tindakan sirkumsisi, anak akan diberikan anestesi lokal, sedangkan pada tindakan sirkumsisi yang dilakukan saat bayi dan balita, biasanya diberikan anestesi umum, supaya memudahkan dokter untuk melakukan tindakan.

Usia terbaik untuk sirkumsisi

Dr. Yessi menerangkan dari sisi medis, tidak ada usia tertentu yang dipandang optimal untuk melakukan prosedur sirkumsisi. Apabila tidak ada masalah atau indikasi medis tertentu, sirkumsisi bisa dilakukan kapan saja. Sekarang, semakin banyak orang tua yang tak segan membawa anaknya untuk dikhitan sedari dini.
 
Latar belakangnya, selain karena adanya indikasi medis, juga untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Manfaat yang didapat dengan sirkumsisi yang dilakukan ketika bayi tak jauh berbeda dengan tindakan sirkumsisi yang dilakukan ketika anak usia sekolah.
 
Bedanya, penggunaan bius bisa lebih sedikit. Lalu, ketika usia bayi, bayi belum terlalu banyak bergerak, sehingga proses penyembuhan pun bisa lebih cepat. Risiko khitan saat bayi, usia balita, hingga usia sekolah juga relatif sama.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif