Menghadapi era digital yang bergerak sangat cepat, Mu'ti menekankan bahwa pendidikan tidak bisa lagi berjalan dengan cara konvensional. Transformasi pendidikan mutlak diperlukan untuk membekali pelajar dengan kemampuan adaptasi teknologi.
"Seiring dengan wilayah kita yang tengah menghadapi kemajuan teknologi yang pesat dan dunia yang semakin saling terhubung, kita harus memastikan setiap peserta didik dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi yang diperlukan. ini agar mereka dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masa depan kita" kata Mu'ti dalam pidato resminya di hadapan para delegasi di 14th ASED, di Hotel Shangri-La, Singapura, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurut Mu'ti, agenda transformasi ini berakar pada pilar Asta Cita yang menjadi prioritas pembangunan nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045. Lebih lanjut, visi ini sangat sejalan dengan ASEAN Community Vision 2045 untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul.
Menerapkan Konsep Deep Learning
Untuk mencetak generasi yang tak sekadar hafal teori, Indonesia juga tengah memajukan agenda Deep Learning. Konsep ini difokuskan pada proses pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan.Melalui pendekatan ini, para siswa se-ASEAN diharapkan memiliki daya kritis, kreativitas tinggi, dan berkarakter kuat. "Dengan mendorong pembelajaran yang bermakna, penuh kesadaran, dan menyenangkan, kami bertujuan untuk menumbuhkan para peserta didik yang mampu berpikir kritis, memecahkan masalah secara kreatif, berkolaborasi secara efektif, serta menunjukkan karakter yang kuat," kata Mu'ti.
AI dan Coding Bukan Lagi Fiksi
Poin yang paling mencuri perhatian adalah dorongan berani Indonesia untuk memasukkan coding dan AI ke sekolah. Langkah ini merupakan respons nyata terhadap tuntutan lanskap karier masa depan yang akan didominasi oleh kecakapan digital."Di saat yang sama, kami terus memperkuat profesionalisme guru, memperluas kesempatan pembelajaran digital, serta mengintegrasikan pemrograman dan Kecerdasan Buatan ke dalam kurikulum guna mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan digital," ungkap Mu'ti.
Tak hanya itu, Mu'ti juga menyoroti pentingnya penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab dalam tata kelola pendidikan maupun ekosistem belajar mengajar.
Pemerataan Lewat Quality Education for All
Selain gencar soal adopsi teknologi mutakhir, Mendikdasmen menegaskan bahwa tidakboleh ada anak yang tertinggal atau no one is left behind. Melalui pendekatan Partisipasi Semesta yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, pendidikan diupayakan agar bisa diakses secara berkeadilan.
Inisiatif konkret seperti Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Garuda, hingga Sekolah Rakyat terus didorong untuk mempersempit kesenjangan fasilitas belajar terutama di daerah terpencil. Pada jenjang pendidikan tinggi, kebijakan Kemdiktisaintek Berdampak ditekankan agar lulusan benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar kerja melalui kolaborasi riset dan industri.
"Mari kita terus memperkuat ASEAN melalui pendidikan dengan berinvestasi pada para peserta didik, memberdayakan para guru, merangkul inovasi secara bertanggung jawab, serta memastikan Pendidikan Berkualitas bagi Semua," seru Mu'ti.
Ia sekaligus menggarisbawahi komitmen Indonesia bersama negara anggota ASEAN lainnya untuk komunitas yang lebih inklusif dan siap menyambut masa depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda