Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee. Foto: Medcom/Citra Larasati
Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee. Foto: Medcom/Citra Larasati

14th ASED: AI dan STEM Jadi Arah Baru Pendidikan di ASEAN

Citra Larasati • 22 Juli 2026 09:48
Ringkasnya gini..
  • Singapura resmi jadi tuan rumah ASED ke-14, fokus perkuat pendidikan ASEAN hadapi era AI dan disrupsi teknologi.
  • Menteri Desmond Lee soroti 3 pilar, yakni AI, STEM, dan pengembangan holistik untuk masa depan pelajar se-ASEAN.
  • Rencana Kerja ASEAN 2026-2030 disahkan, komitmen wujudkan pendidikan inklusif, relevan, dan merata antar negara.
Singapura: Dua dekade setelah pertemuan perdana, Singapura kembali menjadi tuan rumah ASEAN Education Ministers Meeting (Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14) 14th ASED. Momentum bersejarah ini menjadi panggung utama bagi negara-negara anggota untuk merombak strategi pendidikan regional, terutama dalam menghadapi disrupsi kecerdasan buatan (AI) dan pesatnya teknologi.
 
Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee, menegaskan bahwa kekuatan sesungguhnya dari ASEAN terletak pada 700 juta penduduknya yang tersebar di 11 negara dengan sejarah dan budaya masing-masing. Namun, transformasi ekonomi dan teknologi menuntut pembaruan sistem pembelajaran yang fundamental.
 
"Kekuatan ini membutuhkan sistem pendidikan kami untuk terus berkembang dan berubah. Kami harus bertanya, apa yang di hati pelajaran? Apakah pengetahuan, kemahiran, dan nilai yang paling penting," ucap Desmond Lee dalam pidato pembukaannya di hadapan para
delegasi 14th ASED, di Hotel Shangri-La, Singapura, Rabu, 22 Juli 2026.

Langkah paling menonjol dalam pertemuan ini adalah peluncuran ASEAN Work Plan on Education 2026-2030 oleh Menteri Desmond Lee bersama sejumlah menteri pendidikan ASEAN lainnya. Termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti yang juga hadir dalam acara tersebut.
 
Rencana kerja strategis ini menetapkan prioritas kolektif kawasan untuk membangun sistem pendidikan yang inklusif, komprehensif, dan transformatif. Fokus utamanya sangat relevan dengan tantangan zaman. Rencana kerja ini menargetkan pengembangan individu yang tangguh dan berwawasan luas, sejalan dengan penciptaan tenaga kerja yang sangat terampil dan kompetitif. Di saat yang sama, kurikulum kawasan juga akan berfokus pada upaya memupuk identitas ASEAN yang kuat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai bersama.

Tiga Pilar Utama Kurikulum Masa Depan

Dalam pandangannya, Desmond menyoroti tiga fokus utama yang akan membentuk kurikulum pendidikan ASEAN dalam beberapa tahun ke depan. Pertama, adaptasi AI dalam pendidikan.
 
Ia mengingatkan agar dunia pendidikan tidak sekadar menunggu dampak AI, melainkan secara proaktif mengadaptasi pedagogi dan cara mentransfer pengetahuan.  Kedua, penguatan pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika).
 
"Pendidikan STEM yang kuat akan membantu orang-orang kita mengadapasi perubahan teknologi, mendorong inovasi, dan menemukan peluang baru dalam ekonomi masa depan," tegas Lee.
 
Ketiga, pengembangan karakter (holistik). Menariknya, di tengah gempuran teknologi canggih, Lee justru menekankan pentingnya sifat dasar kemanusiaan untuk menjaga kohesi sosial. "Sejak AI menjadi lebih basis, sebenarnya itu adalah karakter, empati, dan kebijaksanaan manusia dan penilaian suara yang akan bertambah," ungkapnya.
 
Sebagai contoh nyata keseriusan dalam mengadopsi Kecerdasan Buatan (AI), para delegasi dijadwalkan untuk meninjau langsung implementasi AI di berbagai institusi terkemuka di Singapura. Institusi yang terlibat membentang dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi, seperti pengenalan literasi digital di North Vista Primary School dan Yu Neng Primary School, hingga kelas komputasi khusus dan proyek berbasis AI di Peirce Secondary School serta Raffles Girls' School.
 
Di jenjang perguruan tinggi, Singapore University of Technology and Design (SUTD) sebagai universitas Design AI pertama di dunia, bersama Nanyang Technological University (NTU), mencontohkan integrasi AI secara sistematis ke dalam seluruh mata kuliah guna menyiapkan generasi cerdas di dunia yang digerakkan oleh AI.

Inisiatif Nyata dan Rencana Kerja 5 Tahun

Sebagai bentuk aksi konkret, Singapura akan menggelar sejumlah program strategis lintasnegara, seperti ASEAN Plus 3 STEM Camp dan ASEAN Student Adventure Camp. Program ini didesain agar pelajar se-ASEAN tidak hanya terasah secara intelektual dan fisik, tetapi juga saling membangun hubungan persahabatan jangka panjang.
 
Bagi para pendidik dan pelajar, diluncurkan pula inisiatif AVENUE (Asean Values Education Network for Unity and Engagement) untuk saling berbagi praktik terbaik mengenai pendidikan karakter, berkolaborasi dengan institusi pendidikan nasional Singapura (NIE). Pertemuan strategis ini juga menjadi titik tolak dimulainya Rencana Kerja ASEAN di bidang pendidikan untuk periode 2026-2030, melanjutkan fondasi pembelajaran dasar (Foundational Learning) yang sebelumnya digagas oleh Filipina selaku Ketua ASEAN tahun lalu.
 
"Pendidikan bukan hanya bagaimana setiap negara kita bergerak ke depan, tetapi juga bagaimana kita memperkuat hubungan kita bersama dan membangun masa depan ASEAN," ujarnya.
 
Melalui inovasi, kolaborasi, dan pendidikan berkualitas, ASEAN bersiap melahirkan generasi masa depan yang tangguh, inklusif, dan relevan dengan zaman.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan