NEWSTICKER
    Methylprednisolone bekerja dengan mencegah tubuh melepaskan senyawa kimia yang memicu peradangan. Ilustrasi: istock
    Methylprednisolone bekerja dengan mencegah tubuh melepaskan senyawa kimia yang memicu peradangan. Ilustrasi: istock

    Fungsi Obat Methylprednisolone dan Efek Sampingnya

    Rona Obat
    Putri Purnama Sari • 08 Desember 2022 19:18
    Jakarta: Methylprednisolone adalah obat yang digunakan untuk berbagai kondisi yang berkaitan dengan peradangan, seperti rematik, reaksi alergi parah, hingga radang tenggorokan. Obat ini bahkan digunakan untuk beberapa jenis kanker.

    Fungsi methylprednisolone


    Methylprednisolone bekerja dengan mencegah tubuh melepaskan senyawa kimia yang memicu peradangan. Dengan begitu, gejala peradangan, seperti nyeri dan pembengkakan, akan berangsur mereda.
     
    Methylprednisolone juga bisa digunakan untuk mencegah reaksi penolakan pada tubuh setelah transplantasi organ. Obat ini pun dapat digunakan dalam pengobatan reaksi alergi yang berat.
     
    Namun, dilansir dari alodokter, obat ini memiliki efek imunosupresif yang bekerja dengan cara menekan respons sistem kekebalan tubuh. Hal ini yang membuat methylprednisolone hanya boleh digunakan sesuai dengan resep dokter.

    Hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan methylprednisolone:

    1. Jangan menggunakan methylprednisolone jika alergi terhadap obat ini atau prednison.
    2. Selalu beri tahu dokter tentang riwayat alergi.
    3. Sebaiknya tidak digunakan jika sedang mengalami infeksi jamur.
    4. Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol setelah menggunakan Methylprednisolone.
    5. Beri tahu dokter jika sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
    6. Beri tahu dokter jika sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
    7. Segera laporkan ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat, efek samping serius, atau overdosis setelah menggunakan methylprednisolone.
    8. Beri tahu dokter jika menderita diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, penyakit hati, herpes, penyakit jantung, osteoporosis, katarak, glaukoma, penyakit tiroid, atau TBC.
    9. Beri tahu dokter jika sedang atau pernah menderita radang usus, tukak lambung, multiple sclerosis, gangguan pembekuan darah, myasthenia gravis, depresi, psikosis, atau kejang.

    Efek samping methylprednisolone


    Beberapa efek samping methylprednisolone yang dapat terjadi tidak selalu memerlukan perhatian atau tindakan medis segera. Sembari tubuh Anda menyesuaikan diri dengan obat, efek samping mungkin hilang dengan sendirinya.
    • Berikut efek samping yang bisa diidap
    • Sulit tidur (insomnia)
    • Perubahan mood
    • Jerawat, kulit kering, kulit menipis, memar, dan perubahan warna kulit
    • Luka yang tak kunjung sembuh
    • Produksi keringat meningkat
    • Sakit kepala, pusing, ruangan terasa berputar
    • Mual, sakit perut, dan kembung
    • Perubahan pada bentuk dan lokasi lemak tubuh (terutama di lengan, kaki, leher, wajah, payudara, dan pinggang)
    • Penipisan rambut di puncak kepala akibat kulit kepala kering
    • Wajah memerah
    • Garis ungu kemerahan di lengan, wajah, kaki, paha, atau selangkangan
    • Peningkatan nafsu makan

    Hentikan pengobatan segera dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping methylprednisolone yang lebih serius, seperti:
    • Agresi dan agitasi (resah dan gelisah)
    • Kecemasan dan kegugupan
    • Penglihatan kabur
    • Penurunan jumlah urin
    • Pusing
    • Irama jantung tak teratur, cepat atau melambat
    • Depresi
    • Napas pendek, berisi, berbunyi
    • Mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki
    • Telinga terasa berdebar
    • Pembengkakan di jari, tangan, kaki, atau betis
    • Kesulitan berpikir, bicara, atau berjalan
    • Sulit bernapas saat sedang beristirahat
    • Penambahan berat badan
    • Feses berdarah atau hitam
    • Batuk berdarah
    • Pankreatitis (rasa sakit tak tertahankan di perut bagian atas dan menyebar ke punggung, mual dan muntah, detak jantung cepat)
    • Potasium rendah (kebingungan, detak jantung tak teratur, kehausan parah, sering buang air kecil, kaki tidak nyaman, lemah otot, dan perasaan lumpuh)
    • Tekanan darah sangat tinggi (sakit kepala parah, penglihatan buram, telinga berdengung, rasa cemas, bingung, sakit dada, napas pendek, detak jantung tidak teratur, kejang-kejang).

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


    (SUR)


    social
    FOLLOW US

    Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

    Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

    unblock notif